mulak ma au tu huta
Semenjak aku meninggalkan kampung halamanku untuk merantau, aku belum pernah sekalipun menginjakkan kakiku ke tanah kelahiranku itu. Sudah 5 tahun aku belum pernah mulak tu huta. Dan untuk tahun ini, Tuhan begitu baik memberi aku kesempatan untuk bisa pulang ke kampung halaman untuk merayakan dan menyambut malam tahun baru yang ceria dengan keluargaku tercinta di Balige sana. Ah,rasanya tinggal badanku di Jakarta ini, hati dan jiwaku sudah menyebrang duluan ke Balige.
Aku sudah sangat merindukan kota kelahiran dan kota asalku, Tarutung, Rura Silindung Nauli.
Terutama kedua malaikat kecil yang bernama Moses dan Jeremia itu, ah entah udah sebesar apa kedua malaikat itu. Aku sudah sangat merindukan mereka, kalau berbicara dari telepon saja, sudah membuatku mau pulang dan memeluk mereka, apalagi kalau sudah berjumpa, ah senangnya rasanya. Sudah tak sabar aku bah. Semua sudah kubenahi,segala pesanan mereka sudah aku hunting dari kemarin, berburunya sih asik, tapi pas udah pulang, uang sudah kandas, (bah!) dan yang paling lucunya, tak satupun di antara barang-barang itu untukku. Tapi, jangan ditanya rasanya, PUAS KALIPUN! Senang rasanya melihat senyum mereka nanti, melihat kebahagiaan mereka nanti. Aku sungguh sudah ga sabar lagi untuk segera sampai di Balige.
Jakarta, aku akan meninggalkanmu sejenak…..Untuk mendapati tano hatubuanhu
Danau Toba, aku datang…..
P.S
Thanx yah Mba Indri, …. luph yah…..
Januari 3, 2008 pada 9:12 pm
selamat datang kembali di ibukota, dek.
Kawan-kawan semua… dan banjir… telah menantikanmu.
Januari 7, 2008 pada 2:38 am
Bagaimana kesan perjalanan di kampung Ito Desy.. pasti banhyak pengalaman yang bisa dibagi disini ya…. semoga….
Partalitoruan
Sungguh menyenangkan ito, walaupun singkat, tapi sangat berkesan.
Nanti, kalau sudah ada waktuku, akan ku share semuanya dengan beberapa fotonya.
Semoga aku segera bisa mewujudkan ya ito
Horas