Danau Toba

Minggu, 30 Maret 2008 jam 17.00-17.30 di Trans TV, aku menyaksikan acara Reportase yang tayang di stasiun TV tersebut selama kurang lebih 30 menit. Itupun aku tonton tidak sengaja, eh setelah melihat liputannya, akupun tertarik,terdiam bahkan terharu menonton liputannya. Gimana ga, ulasan sore itu mengenai Danau Toba!!!!

Dari Parapat sampai ke Tomok, diliput semuanya. Mulai dari objek wisata yang ada disana, sarana transportasi, durasi waktu yang kita butuhkan, murahnya ongkos kesana, sigale-gale, sampai belajar singkat manortor. Sungguh membanggakan.

Ada sesi dimana, si reporter, berada di atas kapal yang membawanya dan penumpang lain untuk menyebrang dari Parapat ke Tomok, yang katanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, dan hanya perlu mengeluarkan uang Ro.4000,- , SAJA. Murahnya. Dan kapal ini berangkat setiap setengah jam sekali. Sungguh memudahkan, dan murah. Dengan hanya mengeluarkan uang segitu murah, kita sudah disuguhi pemandangan yang sangat indah, udara yang bersih (tidak sesumpek udara Jakarta, iya ga bang Vik?). danau terbesar di Asia Tenggara lengkap dengan gugusan bukit Barisan yang mengelilinginya. Ketika si reporter berbicara dengan salah satu penumpang ibu-ibu yang berasal dari Jakarta, ketika ditanya kenapa memilih berwisata ke Danau Toba, jawabannya sungguh membanggakan aku sebagai boru Batak, “katanya pemandangan disini, sangat bagus, ternyata ketika saya sudah melihat langsung, ini sudah lebih dari bagus, sangat bagus, dan biaya yang saya keluarkan sangat murah”. Wow!! Di tengah –tengah kejadian yang tidak mengenakkan terhadap Danau Toba belakangan ini, ternyata masih ada secercah harapan untuk Danau Toba yang kita cintai. Mengembalikan Danau Toba di kursi primadona pariwisata, adalah suatu impian dan langkah yang besar. Dan aku percaya langkah dan perubahan besar itu akan terjadi dari langkah kecil terlebih dahulu, bisa dimulai dari langkah kecil dan bisa dimulai dari menggugah orang-orang seperti ini. Oia, last but not least, si ibu itu bukan orang Batak. Dia bersama dengan rekan-rekannya datang khusus dari Jakarta hanya untuk menikmati objek wisata ini. Ketika mereka diatas kapal, mengalunlah lagu-lagu Batak dari pemutas musik nahkoda kapal itu, dan mereka pun manortor dengan gaya mereka masing-masing, gaya manortornya memang aneh, tapi itu sangat membanggakan untukku, karena ternyata masi banyak orang diluar bangsoku yang bangga dengan kebudayaan yang kami miliki. Dan aku rasa bagi orang yang mengaku bangso batak, ketika melihat ini, jidatnya ditonjok. Biar ga belagu, dan tidak malu mengakui kebatakannya. Dan supaya tergugah hatinya, kalau liburan sekolah nanti membawa anak-anaknya berwisata ke Danau Toba, ke kampung halamannya. Kenal lebih dekat dengan kampung halamannya, tau lebih banyak, dan bangga akan kampung halamannya. Ini salah satu cara paling ampuh dan paling mungkin kita lakukan untuk kembali mendudukkan Danau Toba di kursi primadona Pariwisata, dan insiden pencoretan sebagai daerah tujuan wisata seperti kali ini, tidak terjadi lagi. Mari kita mulai dari langkah kecil, dari komunitas kita dulu, ajak keluarga kita untuk kembali mencintai dan melihat Danau Toba yang kita cintai dan sama-sama kita banggakan itu.

Horas

About these ads

13 Tanggapan to “Danau Toba”

  1. Anson Simanjuntak Berkata

    Saya sangat bangga dengan Danau Toba dan pada waktu masih Sekolah setara SMU, pada hari Paskah biasanya saya dan teman-teman jalan kaki dari P. Siantar ke Parapat untuk menyambut Paskah. Saya tinggal di Simpang Dua, P. Siantar, dan sangat begitu Indah Danau Toba itu pada waktu matahari akan Terbit. Itulah pengalaman saya yang tak terlupakan dengan Danau Toba.
    Tetapi tahun lalu kami berlibur bersama keluarga kesana, sudah banyak yang berubah dari bentuk keasrian-nya, dan para Namboru / Nantulang yang menawarkan jasa sewa tikar sudah lupa akan keramah tamahan apabila kita tidak jadi menyewa tikar mereka.

    Budaya seperti inilah yang seharusnya dihilangkan / diantisipasi para penyedia jasa tikar itu agar kita merasa nyaman menikmati indahnya Danau Toba tersebut.

    Semoga Danau Toba ini selalu menjadi Primadona Tujuan wisata.

    Horas.

  2. Sudah waktunya rasa bangga kita yang bersifat verbal terhadap Danau Toba diaktualkan.

    Tidak kurang sebuah kitab suci yaitu Alkitab yang memuji kekayaan hutan-hutan Ethiopia, dulu, yang ditunbuhi kayu aras bermutu tinggi–sampai-sampai diimpor Raja Daud untuk jadi pilar istananya.

    Apa yang terjadi sekarang dengan Ethiopia ? Jadi sarang kemiskinan yang terkutuk dan pelecehan terhadap harkat dan martabat manusia. Tidak ada alasan kenapa Tano Batak tidak bisa begitu, biarpun orang Batak rajin menyanyikan O Tano Batak dan Tao Toba….

  3. Farida Simanjuntak Berkata

    Memang sudah sepantasnya kita bangga……… Kayanya tanah kelahiranku….

  4. imrannapitupulu Berkata

    Adong na gabe mambahen lungun ni roha. Tarsingot pangalaho ni hita manisia. Godang deba, hurang mamparrohahon ‘haiason’ ni Tao Toba i. Sasintongna, sudena i mangkorhon harugian. Tarlumobi, dihaulion ni Tao Toba i. Jala, na apala tung gabe hinabiaran, sotung songon dok ni angka na deba, “gabe toilet umum raksasa nama annon danau kebanggaan ni bangso Batak i, molo so dohot hita mangaradoti”. Hinorhon ni, RAP MANJAGA MA HITA. Mauliate.-

  5. riyanthi Berkata

    Horas!!!

    Salam Kenal

    Iba pe par-Tarutung do kak/eda/namboru/nantulang*
    di Hutabaginda ma jabu nami

    Ai na dia ma jabu muna di Hutabarat Partali Toruan? He..he..he..

    Saya baru berkunjung ke sana minggu yang lalu (Parapat, Tomok & Tuktuk). Sudah sepi di sana. Tidak terlalu banyak orang yang datang berkunjung.

    Tapi yang bisa saya simpulkan dari obrolan dengan teman-teman, ternyata masih bayak halak hita yang di Jakarta, yang punya kerinduan besar untuk bisa datang lagi mengunjungi Danau Toba, cuma berbagai kesibukan sering kali menjadi masalah.

    Sehubungan dengan itu, untuk menghilangkan kerinduan mereka, saya sudah post beberapa gambar Danau Toba di: http://riyanthi.wordpress.com (kalau mau ambil, bilang2 ya, hihi..)

    Sekalian promosi kah?

    Tidak juga. Mana tau Kak Desy ini mau juga ngeliat2 foto Danau Toba, he..he..he..

    Horas ma muse bah.
    Selain Danau Toba, Tarutung pe porlu do tapikkiri boha asa lam maju ate.

    *(coret yang tidak perlu)

  6. pahala panjaitan Berkata

    Saya akui bagus memang ito dan sengaja saya jalan-jalan kesana awal tahun 2007 (bayangkan ito saya dari Kalimantan jalan-jalan ke Samosir). Sewaktu saya bepergian ke Pulau Bali masyarakatnya sangat ramah tidak berbohong dan mau menunjukkan lokasi yang kita inginkan (seperti penginapan yang murah) Dan pengalaman saya sejak dari tomok naik angkot/angdes saya minta tolong diantar kehotel yang lebih murah, supirnya minta tambahan Rp. 10.000,- dan saya diturunkan sebelum jembatan tano ponggol / jalan arah kedesa sianjur mula- mula memang ada hotel disana tetapi masih mahal menurut saya dan bayangkan dari tempat itu saya jalan kaki kepenginapan 3 besar. Pagi harinya saya berencana keliling dengan menyewa sepeda motor, semua identitas pribadi saya sudah saya tunjukkan tetapi sipemilik rental tidak mau memberikan sepeda motor rental tersebut dengan alasan takut dibawa kabur motornya Akhirnya saya merasa kesal dan sewaktu saya makan dirumah makan marga Sinaga saya (disekitar pasar pangururan) agak kesal dengan lelucon dia. Jadi menurut saya kita benahi dulu cara pelayanan kita kepada tamu yang mau datang, jangan dibohongi, jangan mengambil kesempatan sesaat. Maaf komentar ini karena memang saya mengalaminya.

    Partalitoruan
    Terima kasih untuk komentarnya ito.Tapi, saya rasa kalau ketakutan seperti rental ojeg itu, pasti ada alasannya, saya bisa memaklumi hal seperti itu.Kalau membandingkan pariwisata Danau Toba dengan Bali, saya rasa kurang pas ito.

  7. Horas itonan !

    Kalaulah para blogger Batak berusaha memperkenalkan Danau Toba lewat dunia cyber, bukan mustahil suatu saat nanti Danau Toba menjadi tujuan wisata dunia .

    Dagga tahe ..nipikki ….

  8. Horas itonan !

    Kalaulah para blogger Batak berusaha memberkenalkan Danau Toba di Dunia Cyber , maka bukan mustahil suatu saat Danau Toba menjadi Daerah Tujuan Wisata Dunia .

    Dagga …tahe … nipikki ….!

  9. Barangkali banyak yang belum pernah melihat Danau Toba dari udara. Kami menyebutnya Aerial Photography. Disini saya posting foto TUKTUK yang saya ambil dari atas pesawat Susi Air, dalam penerbangan Medan – Siborong Borong.

  10. Ayo dukung Danau Toba, Gunung Krakatau, dan Pulau Komodo sebagai Tujuh Keajaiban Dunia versi New Seven Wonders of Nature. Voting di http://www.new7wonders.com

    Partalitoruan
    setujuuuu.Ayo kita dukung rame2, tentunya dengan Danau Toba di urutan pertama

  11. agroihutan Berkata

    Horas ito,
    sangat terkesan dengan tulisan ito tentang Danau Toba serta komentar2 diatas. Kebetulan aku baru menerima email sekaitan dengan kampanye “Vote for Toba Lake”, pas pula ito teriakkan setujuuu diatas. Barusan telah kukirim / forward postingan tsb. ke email ito zevanqa@yahoo.com. Molo boi nian, sude ma hita halak Batak dohot Sumatra Utara dohot mamillit Tao Toba as soon as possible, unang ma jolo nipingkiri ‘Vote for President 2009′. Leleng do pe i.
    Horas,
    GFS

    Partalitoruan
    Horas ito,
    soal email berantai na diterima ni ito i, mungkin sama do i songon akka email na beredar selama on dari email ke email, dan dari milis ke milis. Kalo melihat pergerakan email itu, sudah sepantasnya email itu melejit ke dalam lingkaran 10 besar. Tapi, apa yang terjadi, bahwa posisinya merangkak pelan-pelan sekali.Mari kita tanya, kenapa?
    Setuju, urusan vote presiden, penting, tapi masuk skala prioritas yang keberapa?Molo di au, kesekian sekian nama i ito :-)

  12. tao toba
    martapian nauli,
    dibariba ni huta,
    marlangei do si batara dohot dongan magodang na,

    tao toba
    adong siboru na uli,
    martapian tingki botari,

    tao toba..
    didia do nabisuk i martabuni?

    Partalitoruan
    Bah yang pistaran si bayon membuat syair :-)
    saotik jo bah abang…
    pasti dang au si boru na uli i, alana dang huboto marlange i tao :-D

  13. wanti sariana togatorop Berkata

    siklusnya sangat bagus tapi klo bisa pemandangannya lebih jelas lagi,supaya keindahan danau toba terlihat lebih jls,aku sebagai anak rantau sangat terharu mlihat keindah danau di daerahku muara,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: