Hari Kartini di KAI
Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, 21 April 2008.PT KAI turut serta merayakan dengan mengeluarkan himbauan kepada seluruh penumpang Kereta Api di lingkungan Jabodetabek, baik untuk kereta api ekonomi, kereta api AC Ekonomi dan kereta api Pakuan Ekspress supaya memprioritaskan para wanita untuk mendapatkan tempat duduk di kereta api. Memang tidak ada sanksi yang dikeluarkan untuk himbauan ini, tapi diharapkan kiranya himbauan ini bisa berjalan dengan sukses.
Tadi pagi, aku sengaja naik kereta api berangkat ke kantor, ingin melihat bagaimana himbauan itu berjalan? Walau pesismis dalam hati, tapi tetap saja harapan kuat dalam hati bahwa kaum adam bisa diajak kerjasama untuk mensukseskan himbauan yang menjadikan kami para wanita ini menjadi “ratu sehari”. Ternyata kepesimisan ku terbukti. Aku sengaja tidak langsung naik kereta api, aku sengaja melewatkan beberapa kereta api, dan aku amati setiap yang lewat, apalagi kereta api ekonomi, kita bisa dengan leluasa melihat ke dalamnya, karena tidak ada pintunya. Dan benarlah seperti dugaan semula, bahwa masih banyak sekali para lelaki yang duduk dengan tenang, santai bahkan bisa tertidur, sementara banyak sekali wanita yang berdiri sesak. Ckckckckck. Aku jadi berfikir, apakah semuanya sedang mengalami sakit yang terlalu, yang menyebabkan mereka tidak bisa berbagi dan “memanjakan” para wanita sedikit saja, di hari Kartini ini? Seletih apakah mereka sehingga tidak memberi tempat duduk mereka bagi wanita? Apakah mereka habis meronda? Ataukah mereka merasa para wanita itu sudah cukup perkasa sekali? Atau apa lagi pemikiran yang ada di dalam hati mereka yang membuat mereka enggan mensukseskan himbauan itu? Sebelumnya, di Koran-koran (khususnya di Koran-koran yang laku keras di kereta api), sudah diinformasikan akan ada himbauan untuk mengutamakan para wanita mendapat tempat duduk di hari Kartini. Dan melalui pengeras suara yang ada di stasiun, sudah diinformasikan. Memang, info tentang hal ini, disampaikannya tidak seintens infromasi ketersediaan karcis kereta api ekonomi AC yang berhenti di tiap stasiun. memang ada beberapa factor yang membuat sosialisasi kegiatan itu berjalan kurang sesuai dengan harapan. Tapi memang yang paling utama adalah, kemauan yang kurang dari masing-masing pribadi untuk mensukseskan kegiatan ini. Padahal apa susahnya cuman sehari aja. Tapi, next ini mungkin bisa dijadikan agenda tahunan sehingga semakin membudaya, dan nantinya akan jadi kebiasaan yang bagus.
Selain di kereta api, tadinya aku juga dengar informasi peluncuran busway khusus wanita, bertepatan dengan hari Kartini. Tapi tidak jadi karena kurangnya armada untuk rencana itu. Padahal rencana itu udah digembar-gemborkan. Bikin orang makin malas aja sama pemerintah ini! Kebanyakan rencana. Pagodanghu akka hata-hata buaian dan janji-janji sipalessem na. Udah jadi tidak ada lagi kepercayaan sama mereka-mereka itu bah. Loja mambege akka hata-hatana.
April 22, 2008 pada 5:49 pm
Hmm…senyum-senyum aku dek waktu baca di koran mengenai program kereta buat perempuan ini; jadi ingat…hehehe
btw siapa ya tokoh emansipasi prempuan dari Bangso Batak ?
Partalitoruan
Apa yang kau ingat bang?senyum2 pulak kau itu.
Dang huboto bah ise i bang
April 23, 2008 pada 11:07 pm
parjolo, utamahon angka na borua. “ladies first”, ninna.
hape.. ?
sabar ma hamu angka inang ate.
Partalitoruan
Ima dah tulang, sabar nama, marboa bahenon nama iba di na masa on, alai sipata dang tartaon tong molo nga emosi iba.
April 24, 2008 pada 11:33 am
Memang ini lah satu gejala yang makin menggila di negara ita. Rasa hormat dan melindungi perempuan sudah makin tipis. Lihat aja di media cetak, hampir sebagian besar ceritanya tentang wanita. Dan hampir imbang berita baik dan buruknya. Tapi yang lebih menyakitkan sekarang makin kejam dan tegaan. Contohnya kasus mutilasi yang korbannya perempuan. Coba bayangkan, seberapa kekuatan kita kaum wanita ini ????
Belum lagi beragam kasus KDRT…
Hmmm…. dulu wanita sangat dipuja dan dimanja, sekarang sudah kurang dihormati..
Tapi, ga papa….
Kita tunjukkan kalau wanita juga bisa menjadi yang terbaik….
Hidup wanita……………..
April 26, 2008 pada 6:19 am
anggi, asi inda iboto hamu tokoh emansipasi perempuan di tano batak.. menurut au Putri Lopian.. boru na Sisingamangaraja XII.. tak kalah heroik-nya dibandingkan Cut Nyak Dien, Kartini atawlah Maria Tiahahu melawan penjajah dan ikut bergerilya bersama ayah, suami, keluarga, dan pejuang-pejuang Batak yang lain.. Mangkatnya pun terkena peluru Belanda… lihat lagi: Au Sisingamangaraja tulisanna WB Sijabat..
April 26, 2008 pada 8:27 pm
Kira-kira apa ya jawaban yang ito Desy dapatkan kalo ito berteriak saat itu: “Hei Kartono Kartono, tidak kalian baca/dengarkah himbauan untuk memprioritaskan Kartini Kartini medapat tempat duduk? Hanya untuk hari ini saja bapak bapak sadayana tidak bersedia memperlakukan kami sebagai “ratu sehari”?
Kalo ito Desy berteriak:”Ladies first!” Pasti mereka akan jawab “emangnye lo first lady?”
April 21, 2009 pada 8:01 am
salam dari bandung
saya suka membaca artikel anda, terutama paragraf akhir
Hari kartinimu bukan hari kartiniku
Masih layakkah kita memperingati hari kartini
kalau masih ada perempuan Indonesia
mencari nafkah dengan cara seperti ini,
Walaupun halal
http://esaifoto.wordpress.com
Partalitoruan
terima kasih,salam