Selamat Ulang Tahun Bang
Hari ini, aku mengenangmu kembali. Selamat ulang tahun bang.
Sampai hari ini, aku belum percaya bahwa kau sudah pergi untuk selamanya. Tapi, satu hal yang aku yakini, bahwa kau sudah menemukan ketenangan yang sejati, di rumah Bapa, di sebelah Jesus.
Kau sudah dekat dengan bintang, suatu hal yang sangat kau sukai. Selalu kau katakana, melihat bintang bisa menenangkan hatimu. Melihat bintang kau bisa sampaikan keinginanmu. Melihat bintang, kau merasa seperti meraihnya, melihat bintang, dan menyentuh jarimu disana, membuatmu merasa dekat dengan surga. Itu yang selalu kau katakan padaku.
Dan sekarang, aku yakin kau sudah dekat dengan bintang itu bang. Bahkan dengan pencipta bintang itu pun kau sudah dekat. Kau sudah bisa sampaikan segala beban di hatimu. Sampaikan bang, apa yang selama ini jadi beban hatimu. Sampaikan semua penolakan yang kau terima selama hidupmu. Sampaikan juga apa yang kau rasakan.
Kutau kau masih suka mengintip aku dari sana ya bang. Seperti yang selalu kau lakukan waktu aku masih SMP. Waktu aku masih belum tau apa itu cinta-cintaan. Dari mulai aku tak tau, sampai aku tau kau dengan sabar mengajarkan aku,bang.
Ah, orang aja tak tau kalo kau itu baik hati. Tak perduli sudah berapa lama kau sudah pergi. Seberapa jauh langkahmu berlalu, kau tetap selalu di hati. Menyakitkan, iya. Tapi, aku bersyukur aku yang berada di sisimu, bukan yang lain. Aku yang mengenalmu, aku yang merasakan kasih itu. Aku yang mencintaimu, dan dicintai oleh mu.
Aku tak ingin mengenang bagaiman kau pergi, aku ingin mengenang selama kau bersamaku. Hanya doa yang bisa kupanjatkan pada Tuhan. Kuyakin dia menjagai mu disana. Dan menjagai kenangan itu tetap disini, di hatiku.
September 23, 2008 pada 1:55 pm
Horas, eda….
Bah, songon na lungun “curhat” ni eda on…
Ai ise abang ni eda i ???????
Ah, tahe sarupa ma hita, au pe tiap taon sai tong do huperingati sahalak hu ulang tahun ni paribanmu si Brata…
Nga sonang be angka na haholongi di lambung ni Jesus…
September 25, 2008 pada 8:42 am
Semoga ada pengganti yang jauh lebih baik, bukan untuk dikenang, tapi untuk kau dampingi untuk selamanya
Tks, Tuhan Memberkati
http://www.lintongnababan.wordpress.com
Partalitoruan
Mauliate ito
September 25, 2008 pada 1:11 pm
mengenang mereka yang pergi memang seperti melihat “video tayang ulang” terutama kebaikan mereka. Emakku pernah menangis hanya krn mendengar lagu hasangapon namarujung lagu dr simatupang sisters. Merasa seperti ada alm bapakku yang hadir menyanyikan lagu tsb. RIP buat semuanya yang pergi dalam damai!
September 25, 2008 pada 7:03 pm
suatu curahan perasaan yang tulus, sangat menyentuh Ito…
Oktober 4, 2008 pada 2:46 pm
kesedihan yang diungkapkan dengan sangat manis. karena cinta tak pernah mati…
Oktober 6, 2008 pada 3:57 pm
Horas
Songon na lungun do jala sangat menyentuh….
Admin http://bersamatoba.com
Ivanjou N70 Blogger Batak par BaligE