Membantu lah pada tempat dan waktunya…….

Entah sudah berapa banyak anak muda maupun yang sudah berumur,mati sia-sia karena Narkoba. Ada yang meninggal sebagai user, ada yg sebagai bandar merangkap user, ada yg sebagai bandar yg ditembak polisi. Sungguh mengenaskan dan memprihatinkan. Khususnya dari kampung halamanku sana. Kurang lebih lima tahun aku tidak menginjakkan kakiku disana, tapi berdasarkan informasi dari teman-temanku yg sering pulang kampung dan berdasarkan informasi dari orang tuaku,keadaan disana sudah sangat memprihatinkan. Tidak hanya anak-anak muda saja yg ”menggilai” narkoba itu, bahkan sudah sampai ke taraf orangtua!

Dan bukan hanya terjadi di kampung halaman saja. terjadi juga di perantauan ini. Jauh-jauh mereka datang dari kampung sana, berbondong2 dan akhirnya,tidak sedikit yg meninggal sia-sia. Tidak sedikit yg mati ditembak, gimana ga ditembak, dia lagi,dia lagi Polisi juga lama-lama sampai udah hafal dengan orang itu. Kadang mungkin Polisi sudah sampai bosan untuk berurusan dengan bandit itu. Belum pernah aku jumpai ada orang yg lantas bertobat setelah keluar dari penjara, yg ada dia mengulangi lg, masuk penjara lagi, keluar lagi begitu seterusnya.

Belakangan yang aku tau dan memang serign terjadi adalah,banyak orang yang meninggal di penjara. Dan kebanyakan dari mereka, masuk penjara karena kasus narkoba. Dan mereka adalah residivis kambuhan. Tidak kurang dari 3orang yang aku kenal yang mati di penjara. Fenomena meninggal di penjara, tidak mengherankan buatku. Tapi yang menarik perhatianku adalah, mereka meninggal di penjara di Jakarta, dan kemudian dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan. Dengan catatan, tidak sedikit biaya untuk membawa mayat ke kampung halaman sana. Semasa hidupnya, ketika aku ketemu dengan mereka, aku suka bertanya,kenapa mereka sampai memilih memakai dan menjadi pengedar narkoba.Jawabnya beragam. Dari orang yg memilih jalan sebagai pengedar, aku dapat jawabannya, karena dia tidak punya pekerjaan, sementara kebutuhan keluarga jalan terus. Kebetulan, salah satu orang yang aku tanya, aku tau bahwa salah satu kerabatnya, berkecukupan di Jakarta ini, dan untuk membantu dia mendapatkan pekerjaan, aku rasa bukan hal yang sulit untuknya. Si kawan ini bilang, dia sudah mencoba mendatangi kerabatnya yg aku maksud, jawaban yg dia terima,adalah penolakan dan pengusiran. Aku hanya manggut-manggut mendengarnya. Hmmm, kejam nian yah. Padahal kan si kawan itu masih muda,maunya dibantu lah, supaya masa depan kawan itu ga terkatung-katung, paling tidak usaha dia untuk minta tolong itu dihargai lah. Jangankan dibantu, malah katanya, si tajir itu bilang ”uda lah mana ada orang mau terima si narkoa kerja?”,Bah!

Eh tidak lama aku tau bahwa si kawan ini meninggal di penjara. Entah apapun penyebabnya, aku tak terlalu pedulikan, dan aku tidak mau mengungkit-ungkit itu, karena toh akhirnya dia sudah menyelesaikan tugasnya di dunia ini. Tapi, yang membuat aku semakin kaget adalah, bahwa mayat si kawan ini, akan dibawa ke kampung untuk dikuburkan. Dan yang lebih mengagetkan, yang membawa mayatnya keluar dari penjara, adalah abangnya dan sodaranya si tajir itu.Bah!Dia pulak yg mengongkosi ke kampung naik pesawat.Bah!Bah!Kek mana itu?Kenapa dia bersedia mengeluarkan uang sekian-sekian untuk membawa mayat pulang kampung? Kenapa tidak ditolong semasa hidupnya?Kenapa tidak membantu menyelamatkan masa depannya? Kalau saja biaya untuk mayat itu dia berikan untuk membuat dia berusaha sendiri, kan sudah lebih baik….Kalaupun memang benar seperti kata dia itu, tidak akan ada orang yang mempekerjakan orang yg terlibat dengan narkoba.Aku berharap,supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Bantulah selagi dia masih mau berusaha. Kalo dia sudah mati begitu, mau apalagi?

2 Tanggapan to “Membantu lah pada tempat dan waktunya…….”

  1. Nah, ito sendiri bagaimana?, mau bantu narkobais?. Inilah dilema yang mereka hadapi. Bagaimanapun ito, kalo memang dia niat berusaha maka dia arus niatkan dulu untuk mengurangi ato berhenti narkoba. Intinya, Bagaimana mendapat kepercayaan orang lain dalam keadaan kita yang seperti itu. Ada kawanku berhenti narkoba jadi Tentara. Aku maki maki dia lalu kubilang BUKTIKAN! kalo kau bisa jadi tentara!, Bukan bantuan materi dulu yg harus kita berikan tapi PERCAYAI, jadikan teman curhat bersama dan menyuruhnya melakukan hal hal kecil dulu. Lalu kuajak kawan ini olahraga sesering mungkin sampai dia hampir modar kubuat. Kuajak dia ke PA PA sampai Tuhan sendiri yg membebaskannya dari narkoba. Kami pun jadi polisi2an ntuk membatasi ruang geraknya pada narkoba itu. Itulah gunanya teman, bukan ntuk main2 saja. Lalu diancamnyalah bapaknya, Aku tidak mau mati di kandang narkoba, lebih baik aku mati dimedan perang, Aku sudah berusaha melepaskannya Pak, Bila tidak, Jangan akui aku anakmu, bila aku tak bisa jadi tentara, Tolong percaya dan beri aku dukungan cinta dari kalian, itu saja!.
    Alhasil, dia jadi tentara murni tanpa disogok. Katanya padaku pulak; Kutembak kau ya…! Artinya dia telah membuktikannya. Akupun juga pernah dapat semangat baru dari temanku juga. Jadi teman yang baik bagiku adalah teman yang mau mengingatkan aku, menegur, mawas, marah, bahkan menghajar aku jika aku berbuat salah atau yang jahat pada diriku sendiri maupun sama orang lain. Makanya jarang aku dapat teman yang kek gini tipenya… Akh…ito, jadi mo nangis pun aku

    Partalitoruan
    Bah,jangan menangis kau ito.Keputusan kan ada di hati kita masing2.kalo kita mampu,tapi kita ga mau,ga ada juga yg mau tapi kemampuan dia terbatas.Yang aku tujukan disini,kalo memang mampu,bantulah,selagi bantuan itu berguna untuknya,kalo dia udah mati,utk apalagi itu?
    Thanx ito buat ceritanya,semoga jd inspirasi buat yg lain.
    Horas

  2. Aku nangis ka…ka..kare…karena.. kawanku itu betul betul mati di medan perang. Saat bertugas di ACEH (GAM). Baru 3.5tahun dia jadi tentara. Padahal dia udah mau ambil dan dapat rekomendasi ntuk ambil AKABRI nya Ukh….ukh….Soalnya ito, calon laeku nya dia, sempat kupacari itonya, makanya balik dia ancam aku waktu itu biar dikasih ama itonya. ancamannya begini; Kau buktikan juga bila kau tulus mencintai adikku, mari kita sama2 cari jati diri biar diakui masyarakat siapa kita?!. Buka lembaran baru didunia romantika ini memang sulit kali BAH… hehehe…

    Partalitoruan
    Bah,yg betulan matinya rupanya yg sundat laemu itu?
    Bah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: