di bangku 14F

Aku pulang mendapatkan kampung halamanku, Jumat 28 Desember 2008, dengan menggunakan pesawat jam 8.40. Aku sudah berada di bandara jam 7.00, dengan alasan supaya tidak terlambat check-in dan supaya mendapat tempat duduk yg enak di pesawat nantinya. Yap,aku dapat tempat duduk di nomor 14 F, persis di dekat jendela dan di sayapnya! Dan itu adalah pengalaman yang sangat menarik bagiku, secara sudah lama aku tidak pernah lagi naik pesawat, dan sekalinya naik di posisi seperti itu. Sangat menarik melihat setiap gerakan sayapnya pada saat mau take off dan landing. Dan getarannya sangat terasa! Hal ini juga yg membuat aku ketagihan naik pesawat dan ingin segera mengulang pengalaman itu kembali. Sayangnya, ketika kembali ke Jakarta, aku kurang cepat check-in nya, jadi tidak dapat di tempat itu lagi.

Setelah selesai check-in, aku menuju ruang tunggu, aku mulai melakukan hal-hal konyol untuk mengusir rasa jenuhku. Sampe akhirnya, aku melihat ke arah jam dinding yang ada disana, menunjukkan sudah 8.35, tapi aneh (fikirku) kog tidak ada tanda-tanda persiapan untuk masuk menuju pesawat, atau kalaupun ada delay, sudah bisa diumumkan dari sekarang.Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 9.10, tidak ada reaksi apa-apa. Dengan tidak sabar, aku menghampiri meja informasi yang ada di ruang tunggu, dan akupun bertanya dengan nada kesal, kapan kami bisa memasuki pesawat dan segera terbang menuju Medan? Dan si wanita (yang aku lupa namanya) menjawab sekenanya saja ”tunggu aja mba, tar juga diumumin” dan aku tidak kalah ketus membalas dia ”masuk besok juga pasti masuk, tapi bukan itu jawaban yang saya harapkan, mba tolong jawab dengan bener, atau diem aja sekalian kalo emang mba ga tau apa-apa,jangan tunjukin kebodohanmu dengan ngomong dan jawab seenaknya”

Dan akhirnya, seseorang yang aku yakini berjabatan lebih tinggi dari dia, menghampiriku, meminta maaf dan menjelaskan kenapa ada keterlambatan jadwal dengan cara yang lebih baik. Walaupun aku udah sangat kesal, aku meminta dia menyampaikan pengumuman itu, supaya yang lain juga mengetahuinya.

Dan dia sampaikan lah berita itu via pengeras suara. Dan seperti yang sudah aku duga,banyak lah yang merepet-repet. Matteho!

Memang, belakangan ini, sudah sangat sering kudengarkan dari teman-teman yang sering bepergian, bahwa pesawat di delay itu sudah biasa, bukan hanya setengah atau satu jam,bisa ber jam-jam. Bah!

Untung aja, ini tidak terjadi dengan pesawat yang aku tumpangi. Aku ”hanya” delay satu jam. Itupun sudah cukup bikin aku kesal setengah mati.Untung kekesalanku itu sedikit terobati dengan sensasi yang aku dapatkan di tempat dudukku.

Tapi pada saat perjalanan dimulai, iseng-iseng aku lihat ada beberapa majalah yg mereka selipkan di kantor tempat duduk di depanku. Dan akupun melihatnya satu persatu. Ada majalah bulanan perusahaan penerbangan itu, yang menginformasikan bahwa baru merayakan hari jadinya yang ke empat. Kemudian aku ambil satu lagi, surprise, ternyata itu adalah katalog barang-barang yang bisa kita beli di atas pesawat. Bah!Malo nai halakon ateh ninna rohakku. Setelah snack seadanya yang berisi dua buah kue kering dan segelas air mineral, terdengarlah dari pengeras suara, bahwa penumpang dapat berbelanja diatas pesawat, dengan harga murah (bah!) dan kwalitas bagus (sudah macam pedagang handal kali yah!). Dan mulailah pramugari-pramugari itu ”menjajakan dagangan ekslusifnya itu”. Dan banyak orang yang membelinya, terutama kaum ibu. Aku perhatikan cara pramugari2 itu menawarkan, membujuk sampai akhirnya meyakinkan mereka untuk membeli barang-barang itu. Ckckck, sungguh meyakinkan. Berarti mereka juga diajari bagaimana cara mempengaruhi orang untuk membelinya. Bah tahe, sudah semua ”lapak” dipake orang ternyata berjualan yah.

6 Tanggapan to “di bangku 14F”

  1. Soal pesawat delay sudah sangt lumrah emang to. Yah syukur-syukur kalau ada perhatian dari penerbangan. Saya malah beberapa kali harus menginap karena alasan operasional. Tapi biasanya pihak penerbangan menanggung penginapan dan makan selama delay tersebut. Saya biasanya kalau di pesawat tidur atau baca hehehe. Bosan juga to cuma lihat langit, awan … OK deh selamat menyibukkan diri dengan segala pekerjaan dan kehidupan.. horas
    Partalitoruan
    Bah bahaya juga lah kalo memang sampe menginap, sekalipun ditanggung sama pihak penerbangannya, tak mau aku bah. Apalagi aku mau cepat2 menginjakkan kaki di tanah kelahiranku itu ito. Nah kayanya keren tuh kalo suatu saat di pesawat HP atau minimal alat elektronik seperti ipod, mp4,mp3 dan sejenisnya bisa tetap kita pergunakan, supaya ga jenuh.
    Horas

  2. bah… ai sarupa hita… (samanya kita)… Emang mengesalkan para pengelola penerbangan negeri ini… delay se-enak jidat oppungnya… kalo penumpang yang telat 1 menit, langsung ditinggal…

    Tanggal 21-12-07, kemarin aku dapat pesawat yang seharusnya take off jam 15.30 WIB… Begitu kita boarding, si cewek cantik yang kerjanya cuma bolak-balik tiket penumpang, bilang; “Pak, pesawatnya delay, ya… nanti di ruang tunggu pengumuman”. – Mendengar itu aja udah kontan males jempolku… Ya, sudah! Aku pikir cuma 1 jam… eh, gak tahunya baru take off jam 18.00 WIB… Gila kan, aku terpaksa hampir 5 jam kayak kutu kupret di ruang tunggu… untuk dikasih makan, kayak nasi orang di penjara. Nasi putih + ayam gulai dalam plastik, gak mirip-mirip banget ame ayam gulainya resto Padang.

    Konyolnya, pesawat yang seharusnya kami naiki itu, eh… malah manambang (kelayapan) dulu ke Padang… Bursiklah…!

    Udah di angkasa, pramugari membagikan (gak pake snack, kayak di pesawatmu, boru) – ini cuma segelas air mineral dengan logo perusahaa pesawat… Kesal, kuprotes aja tuh sang pramugari… “Eh, masa harga tiket udah hampir satu juta, service “oper” cuma air mineral?!” Sang pramugari cuma senyam-senyum kayak sihapor…

    Seharusnya Departemen Perhubungan menegor mereka2 ini agar para penumpang lebih dimanusiawikan… Jadi enggak kayak naik angkot. Tapi, gimanalah… Departemen ini juga adalah departemen yang paling korup… Mana pedulilah dia soal itu…. Semoga ke depan makin baik aja, ya, boru, soal service “oper” pelayanan publik di negeri simsalabim ini….

    Partalitoruan
    Imadah bapa, aku pun gondok kali rasaku. Jadi lebih serius kali orang itu berdagang daripada service customernya itu. Kesal kali rasaku. Kurasa, dikasi orang itu pelajaran tambahan, marketing. Soalnya meyakinkan kali gaya2 orang itu mempengaruhi orang untuk membeli. Pashmina yang cuma seharga 15rb aja di tanah abang, dijual orang itu 70rb.Ckckckc…

  3. Salut bah atas keberanianmu ito…

    Salam Merdeka!

    Partalitoruan
    Bah ai ho do i?
    Merdeka!Hehehehe

  4. Pintor paltapi ma si mbak di waiting room i ito, somal…

    Partalitoruan
    Horas, daga manigor mamaltapi ma ateh, sipikkiran do i bah.
    Hutning, ise do i?marsitandaan hita ito, nion email hu : zevanqa@yahoo.com
    Kutunggu kau disana,hehehehehehe
    Horas

  5. Kalau aku, masih enak. Empat kali naik pesawat PP dari Polonia – Penang dan Hat Yai – Bangkok, di sampingku selalu cewek cantik….

    Hehehheee…

    Partalitoruan
    Bah ito on,sodap nai ito on.Unang terlena ito dah,ingot eda boru tumorro..Hehehehehe

  6. Daong ito…
    Molo au cowok setia do. Setia = Setiap tikungan ada… Hahaha…

    Partalitoruan
    Bah ito on, sotung hupaboa annon tu hula2 muna na dison on…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: