cintaku…

Cinta itu tak bisa kuraih, (mungkin bukannya ga bisa, tapi belum bisa), ah terdengar sangat pesimis sekali.Tapi mau gimana, begitulah suasana hatiku saat ini. Aku kira pertemuan saat liburan natal itu, adalah suatu pertemuan yang bisa menemukan ujung yang baik, setelah dulu sempat terjatuh dibagian yang menyedihkan untukku.

Ternyata, hanyalah harapan,tak seindah kenyataan yang aku jalani. Aku malah kini merasakan sakit, yang oleh karena nya, aku menutup diri untuk beberapa hal, termasuk menutup diri untuk cinta yang datang di belakangnya. Pertemuan yang singkat itu, tidak memberikan waktu kepada kami, untuk meluruskan kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu. Harusnya malam itu, kami membahas betapa cueknya dia, betapa sakitnya kurasakan dengan kecuekan itu, betapa aku emosional dengan kecuekan itu, sampai akhirnya aku tiba di titik yang namanya menyerah (dan aku benci itu), aku benci untuk ungkapkan perpisahan itu. Aku benci sekali. Tapi, memang itulah yang aku rasa saat itu, semua emosiku memuncak, terakumulasi. Aku tak bisa membayangkan sebegit cueknya dia, sebegitu tidak perdulinya dia akan semua hal di sekelilingnya. Pada saat tsunami melanda dan seluruh dunia heboh (termasuk aku), bagaimana sulitnya aku menghubungi dia, bagaimana dengan santainya dia menjawab (oh Tuhan).

Tapi, ternyata pertemuan kami yang terakhir itu, tidak seperti yang aku harapkan, bahwa kami tidak sempat berbicara minimal untuk meluruskan apa yang sebenarnya pernah terjadi, melihat ke dalam hati, apa yang masih tersisa disana, menyatukan puing-puing itu, kembali menjadi indah. Itu tidak terjadi! Kami hanya melewatkan pertemuan singkat itu, dengan masing2 asumsi di kepala kami, tanpa mencari tau apa yang sebenarnya. Dia berasumsi bahwa aku sudah menjalin kasih dengan seseorang yang sama2 di Jakarta ini, tanpa dia menanyakan itu sama aku. Dan demikian dengan aku, aku tidak mempertanyakan sejuta pertanyaan yang telah ada di kepalaku, sejak 3 tahun yang lalu. Kami membiarkan saja sang waktu itu pergi, tanpa kami kejar untuk dia berikan kami sedikit ruang untuk berbicara. Kami pun mengakhiri liburan kali itu dengan pertanyaan di hati dan kepala (yang aku rasa semakin menambah dari sebelumnya). Rasanya aku marah sekali, tapa pada siapa? Pada diri sendiri pantasnya. Aku telah menyia-nyiakan waktu itu. Banyak hal yang ingin aku tanyakan, ingin aku sampaikan, bahkan aku ingin sekali melihat wajahnya dari dekat, itupun tidak terjadi. Betapa aku menyayanginya….

Aku meninggalkan kota Medan dengan hati kesal, dan dengan impian dan penasaran yang menggunung di hati. Aku ingin segera kembali bertemu dengannya, mengungkapkan semua yang ada di hati. Itulah harapan yang aku bawa dari Medan.

Aku jalani kembali hidupku di Jakarta, tanpa bisa melupakan dia. Sesibuk apapun aku,aku tidak bisa melupakan dia. Sedikitpun aku tak mampu. Sesenang apapun aku di tengah teman-temanku, aku tetap memikirkan dia. Betapa aku menyayangi dia. Aku masih merasakan dia juga seperti itu, tapi tiba-tiba di suatu Jumat sore, dia membuat suatu pernyataan yang sangat mengejutkan aku, yang membuat semuanya berubah sampai sekarang. Membuat kami semakin jauh,semakin tidak saling kenal lagi. Membuat ada sedikit kebencian dan kekesalan yang muncul di hati kalau mengingat itu semua. Aku selalu berusaha meredakan emosi di hatiku, karena aku tidak ingin menyesal lagi. Aku tidak ingin kehilangan dia lagi. Tapi semakin hari, dia semakin menjauh, semakin aku ingin merangkulnya,semakin dia pergi. Tuhan, aku hanya percayakan pada-Mu, hati dan fikirannya, entah apapun yang dia lakukan dan fikirkan saat ini, biarlah Tuhan turut bekerja,sedang aku, aku dalam tahap mencari celah untuk bisa ambil keputusan bijaksana untuk diri ku sendiri. Aku memang merasakan sakit menjalani ini semua, tapi aku tidak bisa memaksakan hatiku untuk menjauh darinya.

Tuhan berikan aku kebijaksanaan yang dari pada-Mu,supaya kali ini aku membuat keputusan yang bener, yang tidak akan membuatku menyesal lagi……

12 Tanggapan to “cintaku…”

  1. Ito, sedih sekali, aku sampai ikut terhanyut membacanya.
    Percayalah, ito pasti mendapatkan jawaban yang terbaik dalam waktu dekat ini, asalkan ito menyerahkan semua problem dan masalah ini hanya kepada Tuhan. Aku turut berdoa buat kebahagiaan ito. Syalom

    Partalitoruan
    Mauliate ito atas doa nya. Memang sungguh menyedihkan kurasa, tapi aku harus tegar dan tetap optimis, karena masi ada pengharapan dan hari esok. Dan yang paling penting,ada Tuhan yang selalu memberikan berkat.
    Syalom, dan Horas ito,

  2. Waduh, cinta yang sulit di lupakan ya? Tapi kalo cinta kenapa harus di lupakan?
    Partalitoruan
    Akupun bingung ito, harus melupakan atau malah di cem manakan.

  3. Hei, boru… patah hati pulak kau…! Kenapa harus sedih mikirin kayak gitu? Jodoh, hanya Tuhan yang tahu. Gak usah dipusingin! Mengalir aja hidup ini, boru… Jodoh itu ibarat mur dan baut dalam tumpukan yang berserak… Harus dicocok-cocokkan. Bukan kemauan diri sendiri. Karena, kalo itu terjadi maka sakitlah hati kita. Mintalah dalam doamu, maka Tuhan pasti jawab doamu. Belum tentu si doi yang membuatmu sakit hati itu jodohmu. Jangan sedih lagi, ya, boru…!

    Oya, blogku kayaknya bermasalah deh. Aku pikir komentar-komentar yang masuk langsung nyungsem ke spam. Gimane seh itu wordpress? Bingung aku dibuatnya… huuh, loja deh [capek deh!].

    Partalitoruan
    Hiks hiks bapa…Mauliate da bapa.Doakanya bapa
    Ah tutu wordpresson, na mahua do on?

  4. parbibiraek Says:

    nauli eda..
    eda harus mulai belajar melupakan pria partembak2 itu..
    tau kali lah aku kisah yang menimpa eda itu..
    mulailah membuka diri..
    kan masih banyak lagi..
    kalo terus larut dan mikirin dia terus, sapa yang mau berani dekatin eda??
    ada seh yang mau deketin😉 tapi eda ga mau buka hati
    kumaha jadinya??
    huboto takkas do..
    nga sering hu dok..
    lagi pemulihan do ibana i..
    holan on ma tamiangkon..
    Ubahkan hatinnya si atjeh pungo TUHAN…

    Partalitoruan
    Kalo bukan sahabat ku kau yg berkata2 ini,nunga hupasaki ulu na i daba. Sudah mulai kubuka daba eda rohakku itu, untuk yg mau datang sekarang “amang bao mi” wuahahaha,mudah2an good news yang akan kau dapat nanti malam eda..
    Luph u

  5. Bah!

    Apa pula kata dunia nanti kalau ito Desy jadi ‘sakit” karena cinta..?

    Sabar ya ito. Ito mau cowok yang kek mana? Kek Tom Cruise, Ben Afflek, Jhonny Deep atau kayak aku, nanti kucarikanlah…

    Sabar aja.

    Partalitoruan
    Hehehehe, tak sampai sakitnya ito, itu cuma share ito. Terinspirasi dari cerita teman juga itu. Sekarang sih lg recovery dan membuka hati untuk yg baik, tunggulah ceritanya ya ito😉
    Mauliate da ito

  6. horas ito. apa proses cintanya tidak seperti …kalo cinta sdh melekat , taik gigipun terasa coklat? he -he.
    eh. tadi pagi, Itomu Sebastian udah aku tunjukin semua tulisanmu di blogberita. Eh, dia kagum dan senang ama tulisan-tulisan ito. salam dari balige.

    Partalitoruan
    Bah horas ito. Ah dang berlaku be na songoni ito,alana nunga ikkon pake logika nama nuaeng, nunga hudok “aku cinta sama kau, ada pertanyaan?” nikku, dang dialusi, bah nunga ma, putar balik maju jalan ma au ito.
    Oia, jadi malu aku sama bang Bastian ito.
    Salam sian Jakarta tu akka par balige na huhaholongi.
    Horas

  7. eh, lupa. Juragan blogberita JJ lagi disebelahku di warnet. kirim salam dia sama kau. nga susa ibana inna ala holan error int di jabu na.

    Partalitoruan
    Oia,salam juga sama itokku itu, nunga masihol au tu ibana bah.

  8. amor vincet amnia

    oke-oke saja selama masih nginjak tanah

    Raja Huta

    Partalitoruan
    Hallah mengagetkan kali bahasa mu itu abang.Btw, I miss marbada dengan kau ito,hehehehe. Tak ada lawan marbada yg seimbang di meja keramat itu. Kemana aja kau?Sombong kali pun….

  9. @ partalitoruan

    Aku sibuk membezuk amang boru kita yang sudah mongkihokik di RSPP itu dek. Biar gimana-gimana, aku nggak bisa menyangkal dia itu saudara kita, berhubung si Lulu dioli oleh pahompunya, iya kan ? hehehe…

    Aku pun sudah tak sabar marbada dengan kau dek. Kurasa selama aku absen dari meja keramat itu, sudah banyak kali ilmu kau kumpulkan. Ketemulah kita nanti, tapi janganlah kau ceritakan lagi kisah cinta yang ini ya.

    Partalitoruan
    Meeting kita nanti sore jam berapa bang?Lagi online dari Bogor aku neh, aku pulang dengan membawa cerita happy. Ini, statusnya udah case closed. Minggu lalu i’m present, kau absent, boha do?Atur ma ate ito.
    Horas

  10. Tanda mata cinta
    sinuan mu borngin
    ro di sadarion,
    sai tanom dirohangki

    Partalitoruan
    Mauliate. Ise on tahe?

  11. Farida Simanjuntak Says:

    Cerita lama yang tidak ada habisnya… (sama sih dengan aku…hehehe)
    Eda, biarkan mereka dengan keegoisannya sampai mereka menyadari arti kita yang sebenarnya dalam kehidupan mereka…
    (Eda, masih ingat prinsip kita tentang dua orang yang hampir sama pendiriannya, kan ??????)
    Btw, siapa calon amangbao itu ?????😉

    Partalitoruan
    =)), eda sudah jadian kami, nanti ku reportase pun laporannya sama eda yah. Sudah ku forget itu eda, biarkan aja situ, hera naso dianturehon nasida hita, botoon na do muse i eda. Sai unang ma gabe panolsolan di nasida i.

  12. Anson Simanjuntak Says:

    Ito, molo cerita citta-citta-an on dang oloan be mangihutho songon najolo, songon lagu ” Manduda Bayon ” didok sibawadi to Itoan ni ” Holan ho nama ito
    Holan ho nama ito
    Nalaho parumaen ni daing ngi. Ninna.

    Hape holan holip sian pamerangan pittor lupa sude na nidoknai.

    Jadi kuatkan iman, dang pola gabe sipikkiran i.

    Anggo rokkap do Tuhan ta ido umbotosai
    Berdoalah sama Tuhan agar pengharapan kita yang kita idam-idamkan dikabulkan Tuhan

    By the way aku juga Si Tombuk No. 16.
    Thanks
    Anson Simanjuntak

    Partalitoruan
    Ima dah tulang, nga marganti nuaeng lagu i, dang masa be manduda bayon.
    Oma, Sitombuk sian Lumban Gala-gala,Datu Silo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: