Macet di Kalimalang

Kemaren, pas mau berangkat kantor, seperti biasa aku melewati rute Kalimalang,UKI. Biasanya, dalam keadaan macetpun, itu bisa ditempuh sampai kantor, dalam waktu 1,5-2 jam. Setibanya di Kalimalang, aku lihat dari mulai Pangkalan Jati, sudah terjadi kemacetan yang sangat menggila. Waduh, ada apa yah ini? Aku ga pernah melihat jalanan Kalimalang semacet itu, kecuali sewaktu banjir besar di bulan Februari 2007 lalu.

Aku naik angkot M19 yang jurusan Cililitan-Kranji, itu angkot yang biasa aku naiki tiap pagi, selain angkot M29,M18 atau M26 nantinya aku akan turun di Halim, dekat pangkalan 56 atau lebih tepatnya dekat Hunter Pub. Dari sana, aku akan melanjutkan naik angkot 06A yang ke arah Cililitan, turun di jembatan penyebrangan dan berjalan lewat terowongan kea rah gereja HKBP Sutoyo, menunggu bis yang ke arah Lebak Bulus, turun di CIlandak dan meneruskan ke arah Jatipadang (kantorku).sebelumnya memang aku menjadi salah satu pengguna setia jasa kereta api listirk ekonomi, jurusan Jakarta-Bogor, tapi karena aku sering terlambat karena lamanya kereta-kereta api itu datang, membuat aku kesal sekali, dan memutuskan untuk mencari rute baru. Dan sejauh ini, aku nyaman dengan rute ini.

Pada saat menyetop angkot M19 itu, aku lihat di bangku depan, baru ada satu lelaki yang duduk di samping supir, aku pun memutuskan untuk ikut duduk disitu saja. Karena suasananya lumayan enak, dan menghapad ke depan, jadi tidak bikin pusing. Setelah bergerak kurang lebih 20meter dari lampu merah Pangkalan Jati, tempat aku naik, mulailah terlihat kemacetan yang menggila itu. Aku sudah mulai stress duluan melihatnya. Tapi, aku berusaha untuk tetap tenang. Aku mencoba membaca buku sambil mendengarkan musik dari handphone. Sudah hamper setengah buku ini aku baca, angkot yang aku tumpangi belum mengalami pergerakan yang berarti. Malah stuck saja, yang membuat kepala orang semakin spaning, apalagi untuk orang yang terburu-buru atau sudah terlambat. Mampuslah dia. Aku masih berusaha untuk sabar dan tenang, sudah hampir setengah jam angkot itu tidak bergerak sama sekali. Aku sudah mulai bosan membaca, akupun memutuskan untuk mencoba tidur, walaupun tidak sampai nyenyak, paling tidak merileks kan mata dari pemandangan tidak enak itu sejenak, sambil membayangkan tempat indah. Hal semacam ini biasa aku lakukan, jika aku terjebak dalam situasi yang tidak enak, dan biasanya ampuh untuk mengusir kekesalan. Sudah bermacam-macam tempat yang aku bayangkan, tapi tetap saja tidak ampuh mengusir kekesalanku. Karena semakin menjadi-jadi juga kesalku. Ketika sudah mulai bisa bergerak, angkot itu mendapat posisi persis di belakang truk pengangkut ayam! Lengkap sudah kekesalanku. Fyuh. Aku jadi teringat kata-kata temanku yang sudah lama di Jakarta ini, kalau ga mau emosi dan hidupmu diatur dan dikendalikan macetnya Jakarta, kendalikan lah dia duluan, caranya bangun dan berangkat lah lebih awal dari macet itu. Baru huparhatutu hata i bah.

Akhirnya, penasarand ingin tau sumber macetnya, aku memutuskan turun dari angkot dan berjalan kaki. Ternyata banyak juga yang memutuskan untuk berjalan kaki. Pada waktu aku memutuskan untuk berjalan kaki, itu kurang lebih 20 meter sebelum universitas Borobudur. Tidak terasa, aku berjalan sampai persimpangan yang ke arah perumahan Cipinang Indah, seberang Akpindo. Dan, ketemulah itu biang kerok macet. Tampaknya Sekolah BPK Penabur yang berada di kompleks perumahan Cipinang Indah itu, sedang ada hajatan, yang menyebabkan banyak mobil yang lalu lalang perumahan itu. Menyebabkan macet luar biasa. Aku sampai geleng-geleng dibuatnya, dan yang lebih menjengkelkan, Polisi yang mengatur itu semua, hanya ada satu orang saja! Kemana Polisi yang lain?

Kulihat, ke depan sudah tidak terlalu macet lagi, aku memutuskan naik angkot saja, karena badanku sudah basah keringat, selain itu kondisi badanku juga sedang kurang fit. Sambil di angkot aku berfikir, sepertinya, kendaraan di Jakarta ini sudah perlu dikurangi jumlahnya, untuk caranya para ahli sudah lebih pintar memikirkan itu. Misalkan dengan menaikkan pajak kendaraan bermotor, supaya orang-orang berfikir memiliki kendaraan bermotor. Atau mempersulit ijin mendapatkan SIM, atau menaikkan bayaran untuk pembuatan SIM baru. Selain itu, pembangunan sekolah itu juga perlu dipertimbangkan lokasinya. Jauh dari macet, jauh dari banjir. Sehingga tidak merugikan masyarakat banyak, dan juga tidak menyusahkan orang lain.

11 Tanggapan to “Macet di Kalimalang”

  1. imrannapitupulu Says:

    Memang, dang adong na tumabo sian na di ‘hita~an’. Soadong pola dalan na macet. Alai, anggo laho mangalului pangabahan ni ngolu, ba andul ma tutu ‘tumabo’ di Jakarta. Tungpe di nadeba. sipata adong mandok “kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibukota”). Nian, dang apala haru binoto i. Sandok, rap mangaradoti ma hita sude di bona pasogit. Horas….

  2. Anson Simanjuntak Says:

    LOSTA MASTA !!!!.
    Bikin Hidup Lebih Hidup.

    Good Luck !!!

  3. Humbang Hasundutan Says:

    Mungkin ito Desy belum membayangkan tempat tertinggi di seantero Pulo Samosir yaitu desa Partungkoan, desa Diatas Awan, dimana lae Vicky Sianipar dkk telah dengan sukses menyelesaikan proyek pengadaan air bersih untuk keperluan desa itu, sehinga kekesalan ito tidak hilang.
    Bah, piga hali marmotorma hamu ito mulai sian jabu sahat tu kantor? Sadiama habis ongkos? Ndang na ngerngerbe ate?
    Sering/banyak sekali kemacetan yang terjadi di Jakarta itu tidak seharusnya terjadi. Seperti kemacetan yang baru ito alami tidak seharusnya macet bukan? Contoh lain kemacetan yang tidak perlu terjadi atau paling tidak bisa diminimalkan adalah Terminal Bus Pulogadung (apakah masih ada sekarang?), tidak akan macet kalau saja jalan masuk dengan jalan keluar dari terminal itu tidak saling berpotongan. Contoh lain adalah di jl. raya Bogor tepatnya di jalan masuk ke Mall/Pertokoan yang di Cillitan itu (lewat dikit Cililitan arah ke Kp. Rambutan, kalau saja media jalan itu di tutup sehingga tidak memungkinkan kendaraan keluar masuk dari lajur seberang, artinya keluarmasuknya kendaraan ke pertokoan itu hanya melalu lajur di sisi pertokoan itu, tentu kemacetan dapat dihindarkan. Perlu di ingat bawha orang yang hendak belanja atau yang mau pulang dari belanja yang pake mobil pribadi itu adalah orang orang yang santai, berbeda dengan orang-orang yang hendak pulang ke rumah dari kerja.
    Itulah kesitu dulu ito. Adong sungkun-sungkun?

    Partalitoruan
    Imadah ito, kadang2 hal2 yang sepele yang menjadi penyebab macet yang sampe keterlaluan itu. Apalagi hampir di jam na sama do attong na masuk karejo dohot na masuk sikkola,makanya membludak sude di dalan i,songon letak ni sikkola i attong nga porlu i daba ipertimbangkan imbas na tu akka masyarakat.

  4. Anton Saragih Says:

    “eh,,keknya aq terlambat masuk ini bah. masset zallan tol.”
    bener ga sih jalan tol itu jalan bebas hambatan,,?

    Partalitoruan
    Bah,zangan lewat tol kau bang, tak berguna lagi jalan tol itu sekarang untuk menghindarkan dari kemacetan atau kepadetan jalan.Sama aja nya sama jalan biasa itu, beda di bayarnya doang nya bang.

  5. Aku rasakanlah kejengkelan kau itu, boru… Karena Uda pun sering ngalaminya. Betullah kata kawan kau itu… “hindari kemacetan dengan berangkat jam 04.00, subuh…hahahahhaa”

    Karena Uda sudah dipuncak kekesalan dengan kemacetan ibukota negeri Simsalabim ini, makanya sekarang Uda pindah ke belakang kantor – jadi penduduk Kebon Jeruk… Ini sekalian aja berita untukmu, kalo Udamu ini gak dekat lagi ame kafe Tobadream… Bah, ndang hu undangho hape laho mangompoi kost hu i ate…😀

    Partalitoruan
    Bah dao ma bapa pindah tusi.Gabe dang boi be janjian dekat2, lao makan siang😦 . Nga boi fikiran langkah na sama huida on,unang gabe matua idalan iba annon bah.
    Andigan pestana mangompoi, dang tarlambat dope ra i bapa.

  6. cobalah menikmati “sarapan pagi” khas Jakarta itu, ntar lama-lama juga doyan hehehe…

    Partalitoruan
    Susah kali nelan sarapan pagi Jakarta ini bah bang.Tarsuga awak dibuatnya

  7. Hehehe… Mungkin jolo mulak sian Medan ma asa mangompoi kost i… Tg. 1 mei on mulak do au ala adong ulaon di keluarga. Dungi, asa songon na refresh jo otak on sian kemacetan ibukota negeri Simsalabim on… Pasingot au ate, boru…

    Partalitoruan
    Ok bapa, sip mai i. Boan di au oleh-oleh, bolu MERANTI, rasa moka da bapa.Horas2 bapa di dalan da.

  8. keknya lagi sibu adekku ini bah; atau lagi ngambek ?

    Partalitoruan
    Sibuk sikkit bang (atau lebih tepatnya menyibukkan diri lah),hehehehe

  9. Memang tidak ada habis-habisnya mengumpat tentang traffic di Jakarta. Pemerintah memang harus mencari solusi yang komprehensif ketimbang tambal sana dan sini. Bisa dibayangkan jika tidak ada peraturan ketat penambahan kendaraan bermotor, akan seperti apa jalan-jalan di Jakarta nantinya.

    Partalitoruan
    Yes tulang.Toho ma i.Mau dipanjangkan sampe kemana, mau dilebarkan sampe gimana juga, bukan itu solusinya.Tapi memang volume kendaraannya lah yang sudah perlu dikurangi.Dengan cara apa?Nah ini lah yang perlu diterapkan pemerintah,soalnya ide-ide dan pemikiran untuk ini sudah banyak disampaikan oleh publik.

  10. partalitoruanno18 Says:

    siapa suruh datang jkt… huahhahahahha

    Partalitoruan
    Imadah ito, boha bahenon disi ?

  11. pahala panjaitan Says:

    Jalan layang yang disebelah jalan kali malang itu kapan diselesaikan untuk mengurangi kemacetan.

    Partalitoruan
    Seperti sudah tidak ada harapan lagi ito untuk diteruskan apalagi diselesaikan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: