Si Paltibonar

Sembari menunggu pesanan di rumah makan chinese food (sepertinya itu di bilangan Sudirman, aku tak ingat namanya karena aku baru datang ke Jakarta), lelaki hitam dan kurus itu memperhatikan aku, dan tiba-tiba nyeletuk. Cantik dia Bung, tapi logat nya itu, kental kali, tak sinkron muka mu sama dialekmu. Bah!

Ai na boha do dongan ni uda on, dibilang dia kek gitu, fikirku. Pertama sekali aku bertemu dengan orang ini, pas dia datang unuk melihat aku dan tanteku yang sedang bazaar untuk Lebaran di kawasan perkantoran WTC Sudirman. Dia tampak sibuk melihat-lihat DVD. Dan kamipun kemas-kemas untuk pulang. Setelah itu, uda ku pun memperkenalkan nya, ”ini nang, kenalin kawan uda ini, Tulang Sunan” ”oo”, hanya itu saja yang bisa aku bilang, soalnya aku blom tau banyak soal si Tulang Sunan ini. Aku cuman tau bahwa uda ku punya temen2 unik, antara lain, om Ivan, tulang Sunan dan aku lupa siapa lagi. Mereka in kerap menginap di rumah udaku, berbuat macam-macam hal unik😉

Belakangan baru lah aku tau bahwa ternyata beliau ini berprofesi sebagai pengacara, sekaligus adek dari penyanyi kondang Batak, Bunthora Situmorang. Aku semakin ooooo (mulutku semakin membulat).

Aku jarang ketemu dengannya karena setelah pertemuan itu, aku balik ke Bogor untuk melanjutkan kuliahku. Tiba-tiba tidak disengaja, aku menemukan blog, www.bataknews.wordpress.com. Disana, aku lihat ada banner kecil, yang menampilkan foto seseorang yang tidak asing lagi bagiku. Dia lah tulang Sunan (atau orang2 blog lebih mengenalnya dengan Suhunan Situmorang). Artikelnya yang pertama sekali aku komentari adalah artikelnya tentang temannya yang memilih jadi gigolo di Jogja. Dan bukannya mengomentari tulisannya, alih-alih aku memperkenalkan diri, siapa tau tulang sudah lupa, fikirku. Dan surprise ternyata dia masih ingat aku.Ah rasanya itu baru kejadian kemaren. Dan uda ku pun suka meledek aku, ”jadi kau yang lebih kompak sama tulang Kunen yah…” (hahahaha).

Iya, aku pun jadi sering berdiskusi dengan tulang Kunen, bercanda bersamanya, kemudian berkesempatan melihat dan mendengar aksi-aksi anehnya pada saat dia mendengarkan lagu-lagu kesukaannya yang ”aneh” di telingaku itu. Bah! Entah udah gaya apa saza yang dia praktekkan🙂.

Au mengagumi karya tulis tulang itu. Sedikit banyak, dialah yang memberikan dukungan untuk ku terus menulis, terus menyemangati aku walaupun aku tau bahwa tulisan jauh dari layak untuk dipublish, tapi tulang tidak pernah lelah menyemangati aku. Disamping udaku tercinta, si penulis ”keras kepala” itu (kawan nantulang itu loh tulang…)

Tadi malam, aku tahan kantukku, sampai selesai acara kuis Deal or No Deal di RCTI. Begitu sudah selesai, yang tadinya aku tidur-tiduran, akupun langsung duduk untuk menonton. Dan nama yang aku tunggu –tunggu pun keluar. Ide cerita “Suhunan Situmorang”, dan ada satu lagi nama yang sangat ingin kusebutkan disini, tapi aku takut menyalahi etika di tempat kerjanya bapakku itu (nanti kalo sudah ada excuse, dengan sangat senang hati, akan aku sebutkan). Dan mulailah sinetron rohani itu. Dengan tokoh utamanya Merlin. Tidak terlalu jauh beda dengan tulisan yang sebelumnya sudah di posting di blog partungkoan (www.tanobatak.wordpress.com), ada beberapa hal memang yang sedikit disesuaikan, tapi tidak menghilangkan pesan moral yang ingin disampaikan lewat sinetron berdurasi kurang lebih satu jam itu. Ah, yang hebat kali putra Samosir si penghayal ini.Si pencerita ulung dengan segala pengetahuan musiknya yang sangat kukagumi, dan tetap rendah hati. Dan satu lagi, si bapak yang baik, yang metal🙂. Bisa pulak tulisan dia itu, diadaptasi jadi masuk tipi. Yang diberi judul “Kasihku Tak Sampai” .Ah, aku pun maunya kek gitu bah. Kalo tak bisa awak jadi artis, minimal ada lah nama awak pernah di tipi itu.Darimana pulak lah dapat tulang ini terus-terusan ide itu? Jadi “sirik” awak dibuatnya bah.

Selamat ya tulang, atas apreasiasi yang sudah tulang terima atas karya tulang ini. Terus semangat dalam berkarya terutama dalam menulis. Kami menunggu karya-karya besarmu, setelah si Paltibonar (cowo imajinasiku sepanjang masa ;)).

7 Tanggapan to “Si Paltibonar”

  1. ISHAK H. PARDOSI Says:

    Salam Kenal, Ito

    Saya sangat mengagumi gaya ito bercerita, mengalir dan gampang disimak. Mungkin, Ito merendah kalau ito kurang pandai menulis. Tapi saya yakin, ito bukanlah gadis Batak yang umumnya memang kurang memiliki talenta menulis. Teruskan ito gaya tulisanmu, mudah-mudahan nanti bisa menerbitkan buku, novel, cerpen, dan lainnya.

    Mauliate,

    Penulis Buku
    Penerbit Penebar Swadaya, Cimanggis Depok

    Partalitoruan
    Mauliate ito. Sotung na Penebar Swadaya langganan ni kantor i do on? Hehehe

  2. Farida Simanjuntak Says:

    Emang, iya ya eda…
    Tadi entah kenapa tiba2 aku ingat lapo batak news kita dulu… Ada aja ide nya amang boru suhunan untuk membuat suatu cerita yang melibatkan seluruh penghuni bataknews ditambah nai malvinas (kebetulan aku suka banget sama nai malvinas)…
    Salut…………. Amangboru, semoga ide-ide kreatif selalu lahir dari pemikiran amang boru…
    Horas….

  3. Mate maho annon hubahen dah… Tak sopan kali boruku ini bilang “keras kepala” ke udanya… Awas kau nanti, ya.

    Makanya, yang kreatif bikin cerita kayak lae Suhunan itu. Siapa tahu aku tertarik bikin ke sinetron? Eh, kalo sihumisik-nya ada, kau mau ikut makan-makan gak di lapo Toba Tabo?😀😛

    Partalitoruan
    Bah, bapa on, dang di akkui na “keras kepala” ibana.😉
    Beres ma i bapa.Olo ma dah, hea do i, sona talu mangallang dison bapa, talu manggarar do sipata🙂

  4. SUIT…SUIIIT….!

    COWOK IMAJINASI SEPANJANG MASA, NI YEE…

    Partalitoruan
    Ssst,zangan kau buka2 rahasia itu ito.Santik la ito situ😉

  5. @ Tappang

    Hahaha…nunga muruk be parborui. Boi do murukan, alai pintor baen antong karangannai gabe sinetron, lae, hehhee…

    Boa do kabarmu Lae ?

    Partalitoruan
    Zangan dulu da bang, belum siap aku terkenal massam si Paltibonar itu🙂

  6. @ Robert Manurung

    Denggan do kabar lae.
    Ima da, lae. Pamanjahu do borukhi, gabe lomo-lomo na do manghatahon. Toe ma, ai unggodang do annon di iba tuhor na sian marga Simanjuntak i… 😀

    Boha, lae. Nga leleng hita ndang pajumpang ate.

    Partalitoruan
    bah, bapa on? Memang songoni ma hami akka boru muna on, alani terlalu dimanja akka among nami do hami baenna songoni🙂

  7. Indah Situmorang Says:

    saya sangat terkesan dengan “Sordam” paltibonar benar2 menghayati karakter dan menjiwai dan tentu itu dari sang penulis yang hebat. Saking terkesannya sampai2 saya ikut terharu kerika membacanya. novel yang menggugah semangat anak muda batak dan Indonesia. Mahasiswa USD Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: