Thomas dan Uber 2008

Perhelatan dua tahunan, Thomas dan Uber Cup, sudah berakhir tadi malam. Dan sudah mendapatkan juaranya. Kali ini, China berjaya menyandingkan piala Thomas dan Uber untuk mereka bawa pulang ke negera tirai bambu itu.

Di hari Sabtu, 17 Mei 2008, tim Uber China memetik kemenangan atas Indonesia dengan skor 3-0. dan di hari Minggu nya, kembali tim Thomas China menundukkan tim Thomas Korea Selatan, dengan 3-1. Selamat buat China.

Aku sedikit kecewa dengan tim Thomas Indonesia, terutama terhadap Taufik Hidayat. Waduh sepertinya kawan itu sudah bisa pensiun, soalnya stamina nya kelihatan sekali tidak prima. Dibanding dengan Sony Dwi Kuncoro, dia sepertinya tidak ada sinar lagi, padahal dia masih jadi unggulan tim Thomas Indonesia. Atau apakah title unggulan itu menjadi beban untuk dia?

Ah, lebih suka aku membahas tim Uber Indonesia tahun 2008 ini. Pertama, karena mereka kaumku. Kedua, karena permainan mereka bagus sekali. Ketiga, karena mereka bisa melebihi target yang diberikan oleh PB PBSI. Dimana mereka hanya ditargetkan sampai semifinal saja. Dan big surprise ditunjukkan oleh srikandi-srikandi bulutangkis ini. Mereka sampai di final, walaupun langkah mereka harus dijegal oleh China untuk naik di tangga juara. Dengan sangat optimis, manajer tim Uber Indonesia, Susi Susanti mengatakan bahwa, kali ini mungkin memang bukan kemenangan kita, tapi ada waktu nanti kita akan balas lagi, kita akan latihan lebih keras dan disiplin lagi.

Untuk piala Thomas dan Uber tahun ini, aku lumayan mengikuti, dan memang ternyata olah raga ini masih menjadi primadona di Indonesia setelah Sepak Bola tentunya. Terlihat dari animo penonton yang selalu memadati stadion apalagi pada saat tim Thomas Indonesia berhadapan dengan Korea Selatan. Wuih, yang nonton bejibun, artis yang datang juga banyak. Terlihat Menpora, Adyaksa Dault, Ketua MPR dan istri nya yang baru, Sutiyoso (ketua PB PBSI ) dan pada saat final Uber, orang nomor satu Indonesia datang turut memberi dukungan kepada tim srikandi merah –putih itu. Walaupun sedikit kecewa, karena bukan Indonesia Raya yang dikumandangkan disana. Tapi tetap dukungan terus mengalir untuk tim Thomas dan Uber Indonesia. Yang terdekat adalah olimpiade di Beijing, Agustus nanti. Harapan kita, Indonesia dapat bersinar lagi di kancah internasional, paling tidak, melalui olah raga bulutangkis ini.

Rasanya, rindu menyaksikan tim putra/I bulutangkis kita berkiprah di kancah internasional. Apa sudah tidak bisa lagi terulang kisah sukses, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ricky Subagja-Rexi Mainaki, Hariyanto Arbi, Mia Audina. Rasanya setiap menyaksikan mereka bertanding, membangkitkan rasa bangga tesendiri.

Semoga Indonesia dapat belajar dari kekalahan sekarang ini, untuk nanti menjadi lebih baik. Semoga…

3 Tanggapan to “Thomas dan Uber 2008”

  1. barat_18 Says:

    emma tutu… semoga bisa tiba2 kuliat si desy ini jd atlet bulutangkis hahahha

    Partalitoruan
    Bah, massam2 tidak mungkin do i bah.Alana nga maol daging on bergerak tu songoni, holi2 pe nunga marjogal:)

  2. berjuang tyus tim ina, perjuangan kalian blom berakhir. Kalian semua hebat2 kok, aq bangga ma tim uber ina. cayooooooooooo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: