MU, kampiun kali ini

Sepertinya Chelsea harus lebih kerja keras dan lebih sabar lagi untuk dapat menjadi juara di Liga Champion. Tapi, tetap acungan jempol untuk tim asuhan Avram Grant, mantan pelatih Israel ini. Tadi malam, di final laga Champion, untuk ke sebelas kali nya tim dari Inggris yang menjuarai liga bergengsi ini.Yang nantinya akan menyamai tim-tim besar dari Italy dan Spanyol. Seru! Di tengah guyuran hujan, The Blues dan Red Devil bermain dengan sangat fantastis, permainan kelas dunia. Dan untuk pertama kalinya Arsenal masuk final Liga Champion.

Kemenangan tadi malam, adalah kemenangan ketiga untuk Manchester United (MU) di liga ini. Tapi, mereka masih di bawah rekor tim rekan senegaranya, Liverpool, yang telah lima kali menjuarai Liga Champion.

Kubu MU bersorak sorai ketika di menit ke 26, tercipta goal dari tendangan Christiano Ronaldo, pemain muda yang berasal dari Portugal ini. Permainan berlangsung seru, hingga di menit ke 45, terciptalah goal yang dinanti-nanti kubu Chelsea melalui kaki si ganteng Frank Lampard. Kedudukan pun seri, masing-masing terus berusaha menyerang dan bertahan, karena sudah di posisi yang sangat genting sekali. Sehingga sampai akhir waktu, tidak juga tercipta goal tambahan. Akhirnya extra time pun dilakukan. Ternyata dalam waktu 2 x 15 menit pun belum ada goal yang tercipta dari kedua kubu. Malah yang ada diwarnai dengan kartu kuning dan kartu merah. Drogba mendapat kartu merah, dan The Blues pun hanya tinggal 10 orang. Dan drama adu penalty pun harus dilaksanakan. Ah penalty ini mengingatkan ku dengan penalty paling berkesan seumur hidupku, ketika piala dunia 2006, duel Inggris dan Portugal (tim idolaku sepanjang masa) harus diakhiri dengan drama penalty. Sebenarnya kurang menarik hasil akhir berdasarkan penalty. Untung-untungan aja jadinya. Dari kubu MU, muncul Tevez sebagai eksekutor pertama dan Ballack dari Chelsea. Kegagalan pertama dialami oleh Christiano Ronaldo sebagai orang ketiga yang mengeksekusi gawang Peter Cech. Aku yakin, pada saat Ronaldo gagal, Chelsea udah senang kali itu, merasa mendapat angin segar. Ternyata kegagalan juga harus dialami oleh tim asuhan mantan pelatih Israel itu, sang kapten John Terry, sebagai algojo kelima, gagal mengeksekusi gawang Edwin van der sar.Sepertinya Terry salah mengambil kuda-kuda sebelum melesakkan tendangannya. Dan ini membuatnya sangat terpukul. Sepertinya ada sindrom penalty, dimana pemain-pemain besar agak kurang lihai berhadapan langsung dengan kiper, padahal, pada saat Terry maju, Chelsea sudah dalam posisi siap-siap untuk merayakan kemenangan mereka. Ternyata ungkapan yang mengatakan ”apa saja mungkin terjadi dalam penalty”. Keadaan pun berbalik. Van der sar tampil sebagai pahlawan terhadap gawang MU, dan kemenangan MU pun akhirnya tercipta dari Ryan Giggs. Sehingga hasil akhirnya, 6-5 (1-1) untuk MU.

Yah, harapan Chelsea untuk menjadi juara Liga Champion kali ini , pupus sudah. Padahal, Avram Grant sangat berharap bisa membawa tim asuhannya ini naik di tangga juara. Kalau itu sampai terjadi, inilah pertama sekali, orang Israel membawa tim nya naik sebagai kampiun Liga Champion. Tapi sebelum hasil liga ini pun, dia sudah menunjukkan kematangan dan kebijaksanaannya, dengan mengatakan, ”apapun hasil akhir yang nantinya akan dibawa Chelsea, siapapun yang hendak menggantikan dia sebagai pelatih The Blues, silahkan”

Selamat untuk MU. Dan salut untuk sang kapten The Blues, John Terry. Walaupun sedang dalam kondisi cedera punggung, dia tampil dengan sangat fantastis. Patut untuk diacungi jempol. Pengalaman 22 tahun di lapangan telah menempa dia menjadi pemain yang pantang menyerah. Tampaknya pemain-pemain muda harus banyak belajar dari dia ini.

Tapi, ada sedikit yang mengganjal. Kemana si Park Ji Sung? Di list cadangan pun dia tak ada. Harusnya dia menjadi orang Asia pertama yang turut merasakan manisnya dikalungi medali kampiun di liga bergengsi ini.

4 Tanggapan to “MU, kampiun kali ini”

  1. Bravo MU… huehehehee..

    Sempat kecewa juga pas ronaldo gagal eksekusi, tapi namanya juga bola bundar.. everything is possible…

    Keep it up bro…

    mungkin blom waktunya si park musim ini masuk final champion.. maybe next time lah… tapi masih sempat keliatan kok dia nyalamin teman2nya… g benar2 ilang…

  2. barat_18 Says:

    sae par bulu tangkis msk muse tu bola akeh hahhahaha

  3. dengan rendah hati aku ucapkan : Glory…Glory Manchester United.

    Gara-gara tulisan ini, aku nggak nulis di blogku. Entah kenapa aku jadi belajar rendah hati ketika berada di pihak pemenang hehehe…

    Mantap dek. Ada bakat jadi reporter sepakbola, tapi jangan mimpi meliput di liga lokal; karena reportasenya malah pertandingan tinju.

    Partalitoruan
    Liga Lokal (seandainya) : dpat dilaporkan bahwa botol-botol beterbangan, kepala berdarah-darah, aparat meringsek masuk ke arena suporter team “gaor” membawa pentungan, mamasaki akka na gaor (ngakak mode is ON)

  4. Oops…aku sadar dengan judul postinganmu ini.

    Cuma mau ngasih bocoran aja : musim depan MU masih akan juara lagi di Liga Inggris, urutan kedua Arsenal, ketiga Liverpool, dan Chelsea keempat.

    Di Liga Champion, MU akan maju lagi ke final, jumpa Real Madrid dan…..menang!

    Hidup Harimau Tapanuli.

    Partalitoruan
    Semoga bang. Kalo di liga Inggris ini nya bang, tidak terlalu ada yang kugandrungi. Tapi kalo kau sebutkan nama si Luis Figo, barulah heppot aku. Aha kabar mu disi?Natudia ho na piga ari on, ito?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: