Pantasan bebas nge tem

Ah, tak kusangka aku bakal menengok pemandangan tadi pagi. Gara –gara ulah satu orang, jadi kumaki satu instansi itu.

Seperti biasa, tiap pagi rute yang aku jalani menuju kantor, selalu lewat UKI, begitu juga pagi ini. Bagi yang sering melewati UKI, mungkin akan tau dengan tepat gambaran tempat yang akan aku ceritakan ini. Aku naik angkot, dari arah Halim,ke UKI. Pada saat di lampu merah Cawang, sebelah kiri jalan itu kan selalu dipake untuk jalur-jalur bis yang akan masuk ke tol CIkampek, bis yang mau ke arah Bekasi, Karawang, atau Bandung. Setiap pagi pasti jalur itu macet, karena bis-bis itu nge tem aja sesukanya. Dan biasanya memang ada Polisi yang disitu, yang tujuannya menertibkan bis-bis itu supaya tidak menimbulkan kemacetan.

Aku selalu bertanya-tanya, yang udah hebat kali lah nyali supir-supir itu, ada Polisi jelas-jelas disitu, berani-beraninya mereka itu masi nge tem sesukanya. Ah, mumpung lagi lampu merah, kuperhatikan lah dulu ke arah kiri. Dasar Polisi ga tau malu! Dia menerima bahkan meminta pada kenek-kenek bis itu, uang. Pantaslah mereka bisa nge tem sesuka hatinya disitu. Uang itu diselipkan ke tangan nya sebelah kanan, yang sambil memegang pentungan putihnya itu, entah apa namanya itu. Dan kemudian tangan kirinya memasukkan ke kantong. Bah nga sega be negara on ninna rohakku ma.

Refleks lah aku turun, aku colek Polisi itu, langsung aku bilang “apa bapak ga malu, terima uang begitu?masyarakat banyak yang lihat loh, hati-hati loh pak, jangan gara-gara uang segitu karir dan nama Kepolisan jadi kacau”. Tak sempat dia jawab langsung pergi aku. Ah, terserah kau lah situ, entah apa kau tanggapi kata-kataku itu. Suka-suka kau lah, besok kalo masi kuliat kau disitu, dan masi dengan “kebiasaan” mu yang sama, entah apa nanti mau kubilang lagi samamu.

Memanglah, banyak kali pungli di negara ini. Apalagi di kota barbar ini. Sadis kali. Apalagi yang tak masuk akal ku sampe sekarang, kalo angkot nge tem di satu tempat, penumpang naik beberapa orang, kemudian tiba-tiba ada orang yang nyamperin supir, lantas dia dapat uang beberapa ribu. Kalo penumpangnya sampe full, tak jarang aku liat dia dapat 4000-5000, padahal apalah fungsi dia disitu? Emangnya orang-orang yang naik angkot itu kan, bukan massa dia. Mau dia panggil atau ga penumpang itu, toh mereka akan tetep naik, karena itu angkot yang memang wajib mereka tumpangi. Jadi, tak masuk akal ku itu. Kalo tak dikasi dia marah-marah. Emang dia fikir, sopir angkot itu kelebihan duit? Kalo uda banyaknya duit dia, mana mau lagi dia narik angkot? Memang, yang tega kali la itu. Kadang-kadang yang lebih ngenesnya, calo-calo liar itu, minta lebih sama sopirnya, dengan dalih, jatah untuk Polisi. Bah nga sega on, sejak kapan pulak premanisme kolaborasi sama instansi yang punya semboyan melindungi dan mengayomi itu?

Nga sega be on. Nga tibu nian sega, alai lamu tu rundut na do huida on. Paola so bereng on, dang mungkin, alana tinggal dison do iba. Nitegor, sampe loja baba, dang ra mampan, ai sedangkan oknum ni Polisi i melindungi nasida. Alai rohana ma disi,saleleng boi dope baba on makkatai, pandokkonando akka na salah i, sadihari adong be rohana patikkoshon anggiat tu denggan na muse. Anggiat tung rap uli sude.

6 Tanggapan to “Pantasan bebas nge tem”

  1. Marudut Pasaribu Says:

    Itulah yang disebut inefisiensi dalam ekonomi. Sangat sulit mempertanggungjawabkan biaya siluman ini. Yang kau lihat itu hanya satu kejadian di suatu tempat dengan nilai 2 ribu sampai 5 ribu rupiah. Ada jutaan transaksi seperti itu dalam sehari di negara ini, puluhan miliar keluar secara tidak produktif dalam sehari. Itu masih duit kecil, belum lagi duit besar yang melibatkan penjahat kerah putih.

    Tindakan yang kau lakukan itu adalah tindakan warga negara yang bertanggung jawab. Seharusnya seluruh masyarakat berani melakukan hal sama. Hidup Desiiiiii….

    Partalitoruan
    Bah, segitu 2-5ribu aja awak udah mencak-mencak, kek mana ya tulang kalo tambah lagi nol di belakangnya itu?Bah loja lah aku marungut-ungut yah.Besok,lewat situ mau kufotokan dulu Polisi itu bah, sekalian mau kutulis dulu namanya.Biar kapok dulu dia (semoga aja kapok), entah apa yang ada di otaknya itu.
    Hidup Desy, lebih hidup para tulangnya, yang udah mendoktrin Desy jadi salah satu manusia yang berfikiran terbalik😀

  2. Farida Simanjuntak Says:

    Jangankan di Jakarta eda…
    Waktu di Balige aku pernah sedang lari pagi, di depan kator polisi aku berhenti karena kecapekan. Sambil istirahat, aku perhatikan setiap ada truk lewat, ada polisi nyebrang dan ngobrol dengan sopir truk. Karena penasaran (kebetulan kurang jelas ngelihatnya karena masih pukul 6 lewat) aku dekati, ternyata si polisi pura-pura tanya muatan dan dokumen truk tapi ga perlu dijawab. Si sopir hanya nyalamin dia dan di tangannya terselip uang RP 5000.

    Apapun, selama uang yang bicara… Silahkan lewat…
    Prinsip Kasih Uang Habis Perkara…😦

    Partalitoruan
    Da, bagian terakhir mu itu, tak kuat awak, pas kali😀
    Mantafff kali kau memang da

  3. Benar2 Batak! Kita orang batak punya kelebihan dalam banyak hal, termasuk aktif memperbaiki apa yang tidak enak dilihat dan apa yang tdk baik yang terjadi. Makasih ito dah aktif menegur polisi kita itu. Polisi itu adalah manusia, sejuta warna, sejuta karakter manusia dibalik seragamnya. Teguran ito bukan berarti benci, tetapi karena cinta. Cinta pada polisi. Agar polisi kita lebih baik lagi dan lalu lintas pun tertib seperti harapan semua orang. Visit me at : http://www.roganda.wordpress.com

    Partalitoruan
    Mauliate ito.Dan semoga kita orang Batak semakin menunjukkan siapa kita di tengah keanehan yang semakin marak sekarang ini.
    Mauliate

  4. Ito memang perempuan hebat. Berani negur Polisi yang macem-macem. Besok, kalo Polisinya masih di situ, perlu ditegur lebih keras. horas. ….

    Partalitoruan
    hehehe,balige woman do tulang (ninna tulang Sunan).Hurasa, dang baenon na be songoni tulang,mudah2an ma ateh

  5. Bukan Karena Pak Polisinya orang batak kan??

    eehhh ito, …. didekat para polisi itu mangkal, banyak ulak disana penjual vcd porno,…polisinya juga diam aja kan>???

    Partalitoruan
    Sama sekali ga tau aku ito Batak apa bukan itu.Boro2 huboto Batak manang daong i, goarna pe dang huboto agia ise.Pas ma i ito.Berarti dapotni ito do gambaran ni tempat i ateh.

  6. tetaaappp… Galak berselimut amarah…🙂 Borukhon ma da… Gabe lomos iba manjaha, sadihari disonggak polisi pungli ma annon… Teruslah kritis, boru…

    Partalitoruan
    Beres ma i bapa?Apa kabar blog na leleng i?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: