Jangan bikin dia panik,bahaya itu

Pengumuman, pengumuman. Bagi lelaki yang kurang toleransi dengan perempuan di jalanan, tolong lah bertobat.

Belakangan ini, aku makin sering memperhatikan kepanikan perempuan yang sedang berkendara. Baik sedang mengendarai motor atau mobil. Apalagi motor, kepanikannya makin tingkat tinggi.

Hampir setiap pagi (saat orang-orang berangkat beraktivitas) dan sore hari (saat pulangnya), tingkat kemacetan di ibukota ini luar biasa kali. Tak ada toleransi, baik itu yang kebelet, udah setengah mati sekalipun, tetap aja merasakan macet luar biasa. Dan itu membuat emosi kebanyakan orang meninggi. Yang tadinya sabar dan calm, bisa juga berubah seketika menjadi gahar dan pemarah (amang tahe, soram do ateh).

Kalau sudah situasi begini, masing-masing akan menunjukkan ototnya, marsiadu kuat. Marsiadu hatop (semua orang kali mau cepat, siapa juga yang mau berlama-lama di jalan). Biasanya kalau sudah begini,perang klakson pun terjadi. Motor mulai mencari –cari celah untuk geser sana sini, supaya bisa masuk menyelip-nyelip. Baret-baret dikit dimaklumi lah , kecuali kalau yang dibaret kebetulan sedang sensi tingkat tinggi, matilah dia dihajar.

Dalam situasi ini, bis-bis itu akan seenak perutnya aja menggeser kiri kanan, masuk aja dia ke mana pun yang dia suka. Siapa yang mau lawan? Siapa yang mau salip? Mana peduli dia dengan body bis nya, tergoser pun tak ada masalah itu buat dia. Nah,bagi yang peduli, menjauhlah darinya, dari mayasari, metro mini, dan rekan-rekan, kalau kau tak mau menyesal. Kalo berurusan sama mereka ini, udah mereka yang salah,mereka pulak nanti yang ngotot.

Kalau udah begini situasinya, kasihan pengendara perempuan. Apalagi motor. Apalagi kalo dia sendirian. Apalagi kalo dia punya tingkat kepanikan di atas rata-rata (nah lo) makin lengkap ma huida on. Maka tak akan teratur lagi dia nanti mengendalikan motornya itu (motor, di kampung kami sana, dibilangnya honda atau kreta), makanya pas datang aku ke Jakarta ini, kaget juga aku bahwa kreta yang dikampung kami sana, beda kali dengan kreta di kota ini. Nah, balik lagi ke pengendara wanita, kalo sudah didesak-desak pengendara lain, apalagi mendengar klakson, bah pasti paniknya makin ampun-ampun dia. Alih-alih mau cepat, salah-salah bisa kecelakaan yang terjadi akibat paniknya itu. Nah, kalau uda begini, pengendara yang manghojot itupun makin marah pulak.

Nah, jadi kumintakan sama kalian pengendara-pengendara par darah tinggi, apalagi akka na sering humarojor di dalan i, jangan suka bikin kepanikan apalagi terhadap perempuan. Kau mau cepat yang ada malah makin lama kau dijalan. Jadi, bagi kau yang baca ini, dan merasa bahwa kau salah satu orang yang suka mendesak pengendara perempuan karena buru-buru, bertobat lah kau

12 Tanggapan to “Jangan bikin dia panik,bahaya itu”

  1. Farida Simanjuntak Says:

    Horas, eda….
    Memang inilah fenomena yang belakangan ini makin merajalela. Semakin kurangnya rasa melindungi dan mendahulukan kaum wanita. Kayaknya sudah jarang melihat “Lady’s first…”
    Siapa cepat, dia dapat..Inama istilah na huida saonari.. Dang adong be asi ni roha, nang pe sebenarna hita dang olo dikasihani…
    Tapi setidaknya respect sedikitlah dengan kaum kita.. 😉

    Partalitoruan
    Nah, itu dia juga yang jadi harapan da.

  2. Benhawerd Simanjuntak Says:

    Horas…
    Itu memang bener sekali dimana2 kita juga bisa menjupai kejadian yang seprti ini.baik dalam hal apapun emang perempuan tak pernah di pandang dengan 2 belah mata,mungkin ini bisa jadi karna perempuan adalah diciptakan dari tulang rusuk pria,jadi yang lebih berkuasa adalah pria,tapi itu semua tak bisa dipungkiri karna hak manusia itu semua sama,baik itu perempuan atau pun lelaki.

    Benhawerd Simanjuntak M15

    Partalitoruan
    Horasss tulang mauliate di siala haroro ni tulang tu blog hon🙂
    Wanita, diciptakan bukan dari tulang kaki pria, supaya dia tidak diinjak oleh pria
    Wanita, tidak diciptakan dari tulang kepala pria, supaya dia tidak berada di atas pria,
    Wanita, diambil dari tulang rusuk pria, supaya mereka sejajar, jadi partner….
    Begitu lah harusnya, tulang

  3. batuhapur Says:

    olo inong… hu ingot pe podami…

  4. Marudut Pasaribu Says:

    Di jalanan justru perempuan yang suka mengemudi, entah itu mobil maupun motor, yang tidak memperhatikan tatacara berkendaraan yang benar. Kalau mau belok, tidak pake ancang-ancang dari jauh, langsung belok saja. Berhenti suka-sukanya saja tanpa menyalakan lampu hazard sebelumnya.

    Kalau seperti itu bagaimana Des…??? Sudah itu, kalau dikasih tau, awak pula yang kena marah. Malu jugakan dimarahi sama perempuan di jalanan.

    Partalitoruan
    bah, kolok yang kek gitu tulang, uda dia yang bikin orang lain bahaya yah.Harus dikasi tau juga tuh,repetin aja balik tulang😀

  5. lohot simanjuntak Says:

    molo songoni nungnga S.O.S on,jala nga lappu merah(Sponsor Blue energY:mode on)
    alai situtu do ito ndang lomo rohangku mangkalekson manang ise pe pengguna dalan na asing ,jala di tikki na jolo holan di pangolu lappu ni motor i otomatis ndang mangolu be kalekson.nuaeng nga humurang adab ni bangso on arian borngin pe makkaleksoni,jala hea do halak par jabu IGLO manumpang tu ahu, tarsonggot ma iba na mamereng bangso on na olo manarobos lappu merah ,didok ibana ma:”wah,mansai godang do hape supir di indonesia on na buta warna”
    tabe sian ahu ummajuan ma nian bangso on marroha dohot marpangalaho
    mauliate-horas

  6. Asal ma unang diboan Ibu Ibu i mobil na i, huhut manongos SMS.
    Di songgaki kalekson ni mobil na dipudi nai ma annon i🙂

    Pasahat tog tona Ito, tu parmotor i, unang mangalo arus ate🙂 soting ditombom parlereng annon.

    Partalitoruan
    😀 maufff deh, ditombob par lereng

  7. […] Desy Hutabarat, dua hari lalu via telepon dari Jakarta bertanya: “Bang, siapa itu si Rizieq? Aku suka […]

  8. sekarang masalahnya perempuan apa dulu ini..??
    mamak2 ato anak boru..?? 😀

    Partalitoruan
    Adakah perbedaan dari kaum adam menyikapi antara mamak2 dan anak boru?

  9. Sebenarnya tidak ada perbedaan yg cukup mencolok, namun jika dilihat dr tingkat emosi…mamak2 lebih cenderung Tinggi daripada anakboru😀

  10. srikandini Says:

    sok tau si manik ini lah….

    napa tak kaw bilang… kalo mangklakson anak boru… sambil berharap dia lelirik ke bohi mu yg lapang itu dan kaw kasih senyum laha ma dia kan….
    haaallaaahhh manik .. lagu lama itu…😛

    tp kalo yg di klakson mamak2… tak berani kaw kasih senyum… takut di lemparin kawkan pake sugi2 yg besar ke bohi mu itu😛

    dasar gittal aja lah si manik ini des…

    Partalitoruan
    Difikir ito ini sekalian kali ka,😀

  11. aku paling suka memperhatikan cewek mengendarai sepeda motor, terutama di Jakarta :

    helm warna pink (kebanyakan), sepatu low heel, secara keseluruhan tampak luwes dan terorganisir, dan mengendarai motor dengan cara yang diajarkan buku tertib berlalu lintas dari kepolisian.

    Melihat mereka, dunia terasa bergerak lebih lambat, tapi menimbulkan efek rasa aman dan nyaman.

    Partalitoruan
    Tak jarang juga bang ada yang mempergunakan senjata “saya kan wanita” untuk menghalalkan pelanggaran yang dilakukan di jalan raya.Bukan aku logh😉

  12. Jakarta, sudah menjadi rimba raya, alang-alang, rotan, onak duri, pohon dan binatang, juga mausia ketika berkunjung, hidup bersama…hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: