Orang tua dan anak

Orang tua tidak pernah bisa lepas dari anaknya.Sekalipun anaknya itu sudah jadi orang tua juga, tetep aja hubungan itu tidak akan pernah putus. Makanya tak pernah ada sejarahnya mantan anak, walaupun sekarang lagi nge trend mantan istri atau mantan suami.

Sepanjang perjalanan si anak, ada saja yang membuat si orang tua deg-deg an. Beda generasi, maka beda ketakutan para orang tua terhadap anaknya. Sepertinya generasi sekarang ini, adalah generasi yang paling membuat para orang tua ketakutan. Bagaimana ngga, di jaman ini booming banyak kenakalan yang belum pernah ada sepanjang bumi ini ada (apa terlalu berlebihan yah?)

Apalagi untuk para orang tua yang mempunyai putra-putri yang menginjak usia belasan. Usia akil balig, usia yang pengen tau semua hal. Usia yang memberontak. Fase susah diatur, semaunya aja, istilahnya fase mencari jati diri.

Ada yang suka kabur dari rumah kalo permintaan atau keinginan nya tidak dituruti. Ada yang coba-coba memasang tindik atau anting di tempat yang tidak seharusnya, gaya-gaya an di luar rumah, begitu sampai rumah dicopot, ada yang coba-coba melukis tattoo di bagian tubuhnya, ada yang nakal dengan menghabiskan uang sekolah atau uang buku untuk bermain judi, atau mentraktir teman-temannya supaya dianggap keren di lingkungannya, mencoba-coba merokok. Ada juga yang sampai ke tahap yang parah, dan sepertinya inilah yang paling borok dari semua, alkohol, sex bebas dan narkoba.

Masing-masing kenakalan ini sepertinya sangat dihindari oleh para orangtua, amit-amit deh. Semuanya menginginkan jauh dari anak-anaknya. Karena ini adalah hal yang paling tidak wajar untuk dicoba. Ini sudah mengarah ke kejahatan.

Kalau kenakalan di luar yang tiga ini, orang tua mungkin masih bisa mengusap dada, dan mencoba bersabar. Apalagi untuk narkoba, ini adalah penyakit yang sangat berbahaya. Memang narkoba ini bukan hal baru lagi, tapi belakangan ini, perkembangannya sudah sangat merajalela. Dan tidak hanya masuk ke umur-umur belasan. Bahkan data di BNN menyebutkan, yang termuda yang terkait kasus narkoba, berusia 5 tahun. Weleh! Sampai-sampai narkoba ini mendatangkan kekhawatiran di hati semua orang, ketakutan akan hilangnya satu generasi, karena narkoba ini. Bagaimana tidak, data terakhir BNN di tahun 2007 menyebutkan, bahwa 89% pengguna narkoba ada di usia produktif ( data ini disebutkan oleh pak Togar Sianipar, tanggal 9 Agustus 2008 pada saat memberikan kata sambutan di malam final Toba Dream Vocal Contest).Tidak ada ampun untuk pengguna narkoba ini, awalnya memang hanya coba-coba, tapi lama kelamaan itu akan menjadikan penggunanya budak. Akan memanfaatkan pengguna nya menghalalkan segala macam cara.Dan tidak tanggung-tanggung kerusakan yang diakibatkan barang laknat ini. Jadi manusia tidak berguna sama sekali, atau mati sekalian, hanya itu pilihan akhirnya. Di penjara? Tidak lebih baik ,karena justru di penjara lah peredarannya yang paling bebas, bukannya makin baik, orang semakin jahat disana. Rehabilitasi? Kalau tidak punya uang, siap-siaplah menerima kenyataan pahit, tidak akan ada kesembuhan bagi sanak saudara yang terlanjur sudah jadi pecandu. Nah, kalo 89% nya adalah usia produktif, siapa yang akan memikirkan kemajaun negara ini? Sementara orang tua sudah mau sampai di garis finish? Pada saat angkatan-angkatan tua itu sudah meninggalkan dunia fana ini, siapa yang akan meneruskan perjuangan mereka, kalau generasi muda nya sudah habis semua? Begitu juga dengan sex bebas, akan mendatangkan banyak penyakit, salah satu yang paling menyeramkan dan menakutkan adalah HIV/AIDS. Belum lagi menghasilkan keluarga-keluarga muda, anak-anak yang belum saatnya lahir (merusak program KB aja ni). Orangtua perlu belajar kembali bagaimana cara membahasakan dan menyampaikan sex education yang bener terhadap anak-anaknya? Jangan sampai ada bahasa yang menyebabkan munculnya rasa penasaran yang tidak pada tempat dan porsinya di hati anak-anak itu. Dengan demikian, mereka dapat melewati fase pencarian jati diri itu dengan bener, walau tak selalu mulus. Perkenalkan dan informasikan, apa yang menjadi lawan, dan apa yang menjadi kawan untuk mereka. Begitu juga dengan alkohol, mendatangkan berbagai macam penyakit. Mulai dari penyakit mata (mata pencarian) sampai dengan kerusakan fungsi dan sistem organ-organ tubuh. Yang nantinya akan mengarah kepada menurunnya kemampuan dan fungsi harusnya dari semua organ yang ada pada anak-anak yang mencobanya. Yang nanti arahnya adalah, penurunan kwalitas manusianya.

Masa ini adalah masa dimana anak-anak harus mendapatkan perhatian yang ekstra dari orang tua. Tapi jangan sampai berlebihan juga, jangan menggenggam mereka terlalu kencang juga, itu akan membuat mereka terus menerus memberontak. Seperti menggenggam pasir, makin kita kuat menggenggamnya, maka makin banyak yang keluar dari tangan kita. Maka perlakukan lah anak-anak itu sebagaimana mestinya. Supaya mereka juga berlaku sebagaimana mestinya. Supaya kekhawatiran kita, kehilangan satu generasi, tidak terjadi. Idealnya, antara anak dan si orangtua, terjadi kerja sama, dan mesra satu sama lain. Sehingga perasaan orang tua, peka mencium jika ada perubahan yang terjadi pada anaknya. Tidak menyesal setelah anaknya sudah terlanjur jatuh dan sudah tidak tertolong lagi.

2 Tanggapan to “Orang tua dan anak”

  1. Farida Simanjuntak Says:

    Intinya, jangan manjakan anak dengan uang dan beri waktu untuk bersama keluarga setidaknya pada saat makan malam. Seperti pengalamanku eda, makan malam adalah saat kami kumpul, makan bersama dan saling berbagi pengalaman hari itu atau menyelesaikan masalah. Dan yang terpenting, bapak dan mama memberi kami “kebebasan memilih” tapi bertanggung jawab. Jadinya ada rasa takut dan hati-hati dalam melangkah.

    Partalitoruan
    Setuju eda, makin sering komunikasi antara orang tua dengan anak, maka makin intens perasaan mereka, makin akrab mereka, makin peka dan sensitif satu sama lain, terhadap perasaan dan perubahan yang terjadi pada masing-masing.Jadi, tidak ada lagi kata2 atau kejadian terlambat dan terlanjur.

  2. toho do daba des….

    sannnari si butet nami na i jabu nga umur 11 taon.. nga muloi ABG… ma muloi ma hu lala hitir2 ate ate i molo tarlambat imana mulak tu jabu…

    agoiii adek… borat dabah manjadi orang tua di jaman edan songon saonnari on…

    i paturut pangidoani daganak i salah, dang i paturut pe lebih salah…

    Partalitoruan
    Imadah ka, beda generasi, beda ketakutan orang tua do ateh ka. Mudah2an kakak menjadi salah satu orang tua yang berhasil mengantarkan anaknya melewati masa2 rawan itu sebagai pemenang. Doa yang sama juga untuk Tulang Sunan, Tulang Charlie, Bang Pikky, Bang Robert dan semua orang tua yang saat ini ketar ketir melihat dan mengikuti perkembangan anak-anak terkasihnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: