We Are The World

“We are the world, We are the children We are the ones who make a brighter day So let’s start giving There’s a choice we’re making We’re saving our own lives It’s true we’ll make a better day

Just you and me….”


Familiar dengan penggalan lirik itu? Ya itu adalah penggalan dari lagu We Are The World yang ditulis oleh Michael Jackson dan Lionel Richie di sekitar tahun 1985. Ketika aku masih berusia satu tahun. Dua hari ini, aku iseng-ieng buka You Tube dan mencari-cari video apa kira-kira yang bagus, entah bagaimana, sampailah aku ke video yang menunjukkan aktivitas banyak artis, yang menyanyi We Are The World.

Tidak semua memang aku kenal, hanya ada beberapa seperti Michael Jackson, Stevie Wonder, Diana Ross, Lionel Richie. Belakangan, aku tau ternyata ada 32 penyanyi yang ambil bagian dalam lagu tersebut. Yaitu Dan Aykroyd, Harry Belafonte, Lindsey Buckingham, Kim Carnes, Ray Charles, Bob Dylan, Sheila E, Bob Geldof, Daryl Hall and John Oates, James Ingram, Jackie Jackson, Tito Jackson, Al Jarreau, Waylon Jennings, Billy Joel, Cindy Lauper, Huey Lewis, and The News, Kenny Loggins, Bette Middler, Willie Nelson, Jeffrey Osborne, Steve Perry, The Pointer Sisters, Lionel Richie, Smickey Robinson, Kenny Rogers, Diana Ross, Paul Simon, Bruce Springsten, Tina Turner, Dionne Warwick, Stevie Wonder.

Aku banyak bertanya latar belakang tercipta nya lagu ini dari tulang ku, Suhunan Situmorang, yang kupercaya dia ini adalah salah satu ensiklopedi hidup, karena apa saja yang aku tanyakan, apalagi berkenaan dengan kemanusiaan, musik, adat, budaya, buku, atau apa saja sejauh ini sangat membangun dan mendidik untuk ku. Melalui dia, aku tau bahwa pembuatan lagu ini, “diotaki” oleh musisi idola tulangku ini, yaitu Quincy Jones. Terlihat sekali dia mencintai si Quincy ini, tulang sampe tau aktivitas nya. Di latar belakangi, kelaparan yang hebat yang melanda Afrika, yang terparah, yang terjadi di Somalia dan Eithopia. Hal ini menggerakkan seorang Quincy Jones untuk merangkul musisi-musisi hebat dunia yang mau perduli dan berbuat untuk membantu kelaparan tersebut. Diharapkan melalui lagu ini, kita merasa satu, dan tergerak melakukan sesuatu, melakukan gebrakan untuk hari yang lebih baik. Cara ini aku nilai sangat efektif dan bagus. Karena pada dasarnya kebanyakan orang terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh artis, apalagi kalau itu idola mereka. Diharapkan dengan melihat apa yang dilakukan artis-artis ini, maka akan menggerakkan hati umat manusia di belahan bumi lain, untuk membantu mereka yang sedang dalam kemalangan. Dan masih informasi yang aku dapat dari tulangku, bahwa terjadi arus bantuan besar yang mengalir ke Afrika dari negara-negara maju. Terutama untuk Somalia dan Eitiopia.

Aku tidak tau apa yang terjadi secara detail setelah munculnya lagu ini. Tapi, kalau untuk aku sendiri, aku sangat tersentuh dengan lagu ini. Aku merasakan kekuatan lagu ini pada liriknya yang sederhana tapi sangat menggugah, dan para penyanyinya yang menyanyikannya dengan sangat sepenuh hati, dapat aku lihat sepanjang aku menyaksikan video itu. Lalu, aku tarik lagu ini, ke konteks yang lebih kecil. Yaitu terhadap suku ku dan orang-orang di tanah kelahiranku sana. Dimana, di tanah yang banyak mendapat berkat Tuhan itu, ironisnya masih banyak saudara-saudaraku yang jauh dari kesan sejahtera. Jangan sampai suatu saat nanti, hal yang pernah terjadi di Somalia dan Eithopia sana terjadi di tanah kelahiranku. Bukannya tidak mungkin suatu saat akan terjadi hal seperti ini terulang lagi, bisa jadi di tempat yang berbeda di waktu yang akan datang, dan aku harapkan tidak disini, tentu saja setiap orang berharap demikian. Itu akan sangat mungkin terjadi kalau kita tidak memperdulikan mereka dari sekarang. Toh yang terjadi disana juga bukan karena campur tangan pihak lain, mulanya adalah karena perang saudara. Dan bahkan juga kita tidak tau, adakah hanya perkara kecil yang jadi pemicu awalnya? Tapi, harus kuakui, kita ini masih jauh lebih beruntung dari mereka yang ada di Afrika sana, untuk saat ini (dan aku harap seterusnya). Jangan sampai ada lagi yang terulang seperti ini, aku yakini sekali, imbasnya sangat lah buruk, karena terbukti, kejadian 23 tahun lalu, masih menggema dimana-mana sampai sekarang, dan adakah itu sudah berakhir saat ini?Aku harap, iya.

Kekuatan lagu ini, pada lirik, musik dan penghayatan artis-artisnya, sangat menyentuh, aku sampai menitikkan air mata mendengar lagu ini, melihat kebersamaan artis-artis yang terlibat di dalamnya. Apalagi, aku sambil membuka website, www.usaforafrica.org , disana, aku melihat gambar-gambar yang menampilkan kehidupan orang-orang di Afrika sana. Yang jauh dari kesan bahagia dan sejahtera. Website ini sendiri seperti lagunya, sudah ada sejak tahun 1985, dan sampai sekarang masih dikembangkan dan mereka concern berjuang di jalur itu. Dan mereka menambahkan, selain fight versus hunger, mereka juga fight versus AIDS. Karena masalah ini juga sangat serius di alami oleh Afrika, dan beberapa negara lain juga.

Satu pesan yang aku dapat dan aku simpan dalam hati ku, dan sangat ingin aku bagikan kepada semua orang. Banyak-banyaklah melihat kekurangan dan penderitaan orang lain. Dari sana, akan terasah kepekaan hati nurani, kepedulian terhadap sesama, keprihatinan yang membawa kita pada satu kesadaran, untuk mensyukuri setiap pemberian Tuhan kepada kita. Dari situ juga, kita akan tergerak melakukan langkah kecil untuk perubahan yang nantinya kita yakini untuk sesuatu yang besar dan mendatangkan kebaikan. Tidak harus melalui materi, lakukan sesuai dengan kemampuan dan kesanggupanmu. Seperti misalnya, banyak website yang meminta kau klik satu gambar yang senilai dengan sekian rupiah atau sekian dolar yang nanti akan disumbangkan untuk korban bencana alam, korban perang, krisis kemanusiaan, atau apalah. Kalau kau tidak yakin itu akan membantu, tetap saja lakukan. Kalau memang nantinya hasilnya disalah gunakan, itu dosa mereka. Kerjakan bagianmu, sisanya pasrahkan saja akan terselesaikan dengan baik.

Kita adalah sama, kita adalah satu keluarga besar. Mari, berbuat untuk sesama kita. Karena, kita lah yang bisa membuat hari lebih cerah, dan esok yang lebih baik.

3 Tanggapan to “We Are The World”

  1. Farida Simanjuntak Says:

    Sampai sekarang pun kelaparan itu masih melanda Somalia dan Ethiopia. Tapi aku salut juga eda, karena dari negara tersebut ada juga muncul beberapa atlet dunia yang berjuang di dunia atletik dan ada satu super model asal Ethiopia yang bernama Alek…
    Seandainya mereka juga tergugah untuk membangun negaranya bersama masyarakat dunia…
    Sakit hati rasanya melihat kelaparan yang melanda mereka..

    Partalitoruan
    bah ido hape eda? Ngeri ma i ateh. Iya da, hea do iwawancarai di Oprah si Alek on kan…Huida, perduli do ibana dengan keadaan negaranya, apalagi dia sangat concern dengan penderitaan banyak wanita yang melahirkan pada usia muda, lalu banyak juga yang meninggal.Betul eda, ketika kita melihat atlet yang berasal dari negara miskin ini, berdiri di podium kehormatan, dengan medali emas di leher, mereka seolah-olah mengajarkan kita semangat di tengah keterpurukan mereka yang berkepanjangan.
    Eda, merinding au daba eda mambayanghon nasida. Agenda tetap ku sekarang ini da, mendengarkan lagu We Are The World dan menonton videonya melihat mereka bergandengan tangan menyanyikan lagu itu, membuatku sangat tersentuh daba eda.

  2. dek …. we are the world…

    nonton klipnya dari dulu pe sekarang ttp bikin aku merinding dan tersentuh…
    betapa indahnya bila kita bisa saling bergandeng tangan bersama tanpa melihat perbedaan yang ada.
    justru perbedaan itu membuat kebersamaan itu menjadi indah.

    We are The Batak.. dek…
    kapan yah bisa bergandeng tangan bersama tanpa ada ucapan karo bukan batak…mandailing bukan batak… bahkan ada ygn lebih ekstrim… muslim bukan batak (lagi)…

    entah kapan… kita bisa berkata… KAMI ADALAH BATAK… mulai dari muara sipongi di mandailing sampe dengan alas-gayo di aceh sana… menjadi satu dan BANGGA akan KEBATAKAN nya.

    kenapa keyakinan yang dianut menjadi pembeda buat kita halak batak… padahal kita sama2 punya satu pondasi dasar yang sata kuat dan tak mungkin hilang… yaitu DALIHAN NA TOLU… semua BATAK pasti ada dalam lingkaran DALIHAN NA TOLU dalam aspek kehidupannya.

    Partalitoruan
    Orang-orang yang bilang karo bukan batak…mandailing bukan batak…muslim bukan batak…akka narintik do i.Punya hak apa mereka bilang kek gitu?
    Aku, kau ka, kita semua yang mengaku dirinya Batak, adalah Batak
    We Are Batak….. (ise muse na keberatan?martudu!!!Asa hubereng jo halakna i)😛

  3. mari, kita lawan kesengsaraan di muka bumi ini…

    Partalitoruan
    Setuju…
    btw thanks for visit yah….(mauliate nunga ro hamu tuson) makasi sudah berkunjung🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: