Tapature Ma Hutanta…

Pernah mendengar lagu Earth Song?Atau pernah menonton video klip nya barang kali? Pernah kau ingat kampungmu?Pernah kau tau perkembangan kampung halamanmu?

Pernah kah kau dengarkan lagu nya Michael Jackson ”Earth Song”. Kalau jawabanmu belum, kusarankan kau untuk menonton nya melalui you tube atau akses internet lain yang menyediakan klip itu. Atau, kalau kau tidak punya akses untuk internet dan kawan-kawanmu, tanyalah teman atau saudaramu yang pernah tau atau pernah tonton klip lagu itu. Lalu kemudian renungkan.

Aku dulu mendengar itu sekitar tahun 90 an, di kala aku masih duduk di bangku SD. Waktu melihat hutan yang jadi gundul, kebakaran hutan, gajah mati, pohon-pohon tumbang, musim jadi tidak jelas, penebangan tidak terkontrol, kesengsaraan dimana-mana, aku berfikir, pada saat itu. Bah, dimana lah ini terjadi yah? Apakah betul di masa ini, ada yang begitu? Kalau ada, dimana ya? Namanya juga anak kecil, itu lah fikiranku saat itu. Aku tanya pada sepupuku yang sudah lebih tua dariku, itu katanya hanya pintar-pintarnya mereka aja bikin gambar itu. Itu tipuan aja katanya.

Tapi, dalam hatiku, tipuan aja udah tampak seperti nyata, tipuan aja udah bikin awak merinding. Gimana kalo betulan?

Sekarang, sudah tahun 2008, aku berada pada waktu dan tempat yang berbeda. Tapi aku mengalami kejutan, bahwa perlahan-lahan ”tipuan” itu menjadi kenyataan. Satu-persatu kejadian di klip itu mulai menunjukkan arah menuju nyata. Menyeramkan.

Kembali, hari ini aku menyaksikan klip itu di situs you tube. Maafkan aku jadi pembajak, aku mendownload klip itu, karena aku ingin menyaksikan nya kapan aku sempat, untuk mengingatkan, bahwa tidak ada yang kebetulan. Bukannya tanpa maksud si Michael Jackson itu membuat seperti itu di klipnya. Mungkin, apa yang sudah duluan terjadi di Afrika sana, akan terjadi nantinya di belahan bumi lain. Termasuk di Indonesia, termasuk lingkungan di sekitar Danau Toba sana.

Menakut-nakuti? Bukan sama sekali.Tapi, aku Cuma mau kasi tau kau kawan. Bahkan aku sendiri gemetar membayangkan kalau itu sampai terjadi di tanah Batak sana. Apakah pernah kita bayangkan sebelumnya? Orang-orang di Afrika sana juga tidak pernah membayangkan bahwa perlahan-lahan alam mereka yang tiga perempatnya masih alami, lama kelamaan menjadi rusak.Binatang sudah mulai jarang ditemukan. Hutan-hutan sudah mulai habis. Gajah yang dulunya mudah ditemui dimana-mana sekarang sudah menjadi barang langka. Gimana ngga? Untuk mengambil gadingnya saja, mereka membunuh gajah. Padahal gadingnya itu diperuntukkan untuk hiasan, untuk menambah gengsi saja. Cuih! Sungguh menyebalkan.

Begitu juga dengan di Tanah Kelahiran ku yang sangat kucintai, tanah leluhurku, Tano Batak yang sangat kubanggakan. Jaman ompungku dulu, mana pernah mereka mengalami, atau bahkan membayangkan keadaan seperti sekarang ini? Mana pernah mereka bayangkan ratusan sungai yang ada di sekitar kawasan Danau Toba itu akan kering? Mana pernah mereka membayangkan kesulitan panen? Mana pernah mereka membayangkan kekeringan? Hutan habis dibabat?Walaupun kemiskinan melanda tanah Batak dari dulu, tapi orang tua selalu optimis dalam menyekolahkan anak-anaknya, mereka selalu bisa memprediksi kapan mereka akan dapat duit dari hasil panen, bulan berapa mereka akan meminta anaknya berhemat, karena itu tandanya di kampung musim kemarau. Kalau sekarang, mana tau mereka kapan musim panen kapan musim kemarau? Hujan turun sesuka hatinya. Angin kencang tidak kira-kira. Kalaupun tak ada air hujan, irigasi pun mau dari mana? Untuk keperluan rumah tangga saja susah. Tidak heran kalau kita menemukan satu keluarga Batak yang berada di garis kemiskinan, dengan semua anak-anaknya menjadi sarjana, mendapatkan pekerjaan yang layak. Dan tidak sedikit putra-putri Batak yang turut membangun dan memajukan bangsa ini. Hei, akka amang dan inang, perhatikan generasi mu selanjutnya, supaya mereka juga turut ikut membangun bangsa ini.

Tapi, itu semua sekarang perlahan-lahan menjadi nyata. Semakin hari para kapitalis itu semakin buas. Mereka menghabiskan apa saja yang menghalangi maksud dan tujuan mereka. Apa saja yang menghalangi pandangan mata, dihabiskan semua. Demi apa? Demi memuluskan maksud-maksud tertentu mereka. Demi mempertebal pundi-pundi. Tanpa memikirkan efek sampingnya. Padahal, efeknya tidak akan lama lagi. Lihat saja, selang antara warning di video klip Earth Song dengan kejadian nyata sekarang, hanya berselang 10 tahun. Waktu yang cepat bukan? Orang-orang yang terlibat dalam praktek biadab ini pasti masih hidup dan masih bisa menyaksikan, dan tentunya akan merasakan efek dari kebiadaban mereka saat ini. Pada saat itu, makanlah uang yang sudah kau kumpulkan itu. Apa masih bisa? Darimana lagi kau mau makan beras? Bukannya kau yang membangun rumah-rumah mewah, mall, tempat hiburan di atas tanah itu? Mau dimana lagi orang menanam padi? Dari mana lagi kau dapat udara bersih? Pohon-pohon sudah tak ada yang bisa bekerja untun membersihkan udara di langit yang kotor itu. Bukannya kau yang memerintahkan untuk menebangnya? Lalu kau berikan sama kapitalis yang mengalirkan dana yang banyak 0 nya itu ke rekeningmu?

Fikirkan kawan, jangan terlalu serakah. Sampe-sampe tanah kuburan mu tak kau sisakan😀

Apalagi untuk kau kawan, iya kau. Kau yang tak tau kampungmu dimana. Kau yang tidak memperdulikan kampung halamanmu. Nanti, akan ada masanya kita harus menempati kampung kita masing-masing. Apalagi untuk yang di Jakarta ini. Siap-siap kau untuk pulang ke kampungmu. Karena yang punya kampung tak selamanya kita suka di kampungnya ini. Jadi, urus lah kampung mu itu dari sekarang.Jangan kau biarkan orang lain yang membenahi kampungmu. Nanti mereka klaim jadi kampungnya, kau mau kemana lagi?

Beta ma hita, tapature ma hutanta. Ai ido artanta

(Mari kita perbaiki kampung kita bersama-sama. Karena itulah harta kita)

14 Tanggapan to “Tapature Ma Hutanta…”

  1. Farida Simanjuntak Says:

    Memang kita sendiri yang harus membangun kampungnkita. Tapi eda, hanya satu kendala yang masih ada aja di huta kita. Susahnya penduduk setempat untuk menerima pembaharuan dan perubahan. Semuanya selalu diawalai dengan kecurigaan atau persaan sirik. Makanya kita susah berkembang. Juga karena banyaknya orng yang masih sok pintar dan “teal”. Tidak bisa teima orang lain punya pandangan yang bagus. Tapi kita harus bisa untuk menghadapinya dan mencapai pembangunan yang akan membawa kehidupan di kampung kita lebih baik…

    Horas

  2. 1988 Di DAERAH PUSUKBUHIT DG ELISABETH CUCU JOHANNSEN REKAN NOMMENSEN (834/1862-1918)

    1. Sya bersama Isteri 2 Putra Putri + Elisabeth Johannsen + Rekannya Erika Neumann (keduanya Pedagog).
    .
    Di depan kami sampai ke tepiahn pantai Danau Toba kebakaran semak belukar yang justeru sudah mengundul itu.
    .
    Saya teriakkan, Tuhan, mengapa Bapak Kami Inspektur Kehutanan itu, th 1949 sudah Tuhan panggil, bapaknya Pdt Fredrich Panggabean teman Nommensen dan Johannsen, justeru bapak kami lebih lama mau bertugaas di Repuiblik ini, setelah berjanji dengan Ir Bung Karno dan Iparnya DR Gerahard Lumbantobing Pahlawan yang juga Tuhan Panggil 1947 waktu Tugas Pimpin PMI waktu Indonesia mengusir Belanda Penjajah itu.
    .
    Aktivis juga pengelana daerah !
    ndh, Hamburg

  3. Ito Desy, ai ise do ito amanta na hundul mangunsande tu tiang ni jabu i? Na marsak do amanta i ala na habis ne nama pasudaon ni pamarenta hau sian tombak tapanuli i?

    Molo apala tingki manortor, ba, manortor ma jolo da, annonma jolo na marpingkir i.

    Partalitoruan
    Ido ra ito, ninna rohana ra “nunga tortorhon hamu ma disi,huangan-anganhon dison”😉

  4. mudah-mudahan arikel ini dibaca oleh orang-orang Dairi yang mendukung perusakan hutan lindung di parongil oleh pt dairi prima minerals. dan, mudah-mudahan mereka sadar.
    Partalitoruan
    Semoga…Karena menyetujui itu, berarti menyetujui kehancuran.

  5. Semoga anak anak Batak yang dirantau, yang memiliki potensi untuk menggerakkan pembenahan di Tano Batak bertambah seperti Partalitoruan ini.

    Asa rap paturehon hita ganup.

    Partalitoruan
    Beta hita, rap udur pature hutanta🙂

  6. Marsada roha hita pature turehon da… asa maju bona pasogitta

    Partalitoruan
    Horas ito
    setuju ito. Lussu ateh nick name ni ito on😉

  7. jangan terlalu pesimis ito terhadap pembangunan di bonapasogit. saya sering ke Hutabarat Partlitoruan, apalagi saat lintas dari padangsidempuan mau ke medan. Ada nantulangku disana. hutan di bonapasogit juga belum separah yang sering dikumandangkan para perantau. disini, panen masih sesuai dengan yang dijadwalkan Tuhan. Belum ada masyarkat bona pasogit yang kelaparan karena kemiskinan. Semuanya hidup mengikuti kemajuan teknologi, penualan HP di bonapasogit cukup tinggi, kendaraan bermotor jenis mobil dan sepedea motor terus bertambah. Tetapi kalau dilihat dari kacamata seorang pejabat di Jakarta, tentu saja masyarakt bona pasogit miskin. Karena pejabat Batak itu setiap hari naik mersedez bens dan kantornya full-ac. Dirumahnya terdapat puluhan mobil. Tentu saja masyarakat di Partalitoruan dilihat sebagai masyarakat miskin. Tentu saja, masyarakat Partali Toruan tidak bisa seperti mereka, yang tentu saja banyak yang kaya karena korupsi.

    Partalitoruan
    Lihatlah secara keseluruhan ito,jangan hanya sebagian. Untuk kasus penjualan HP dan motor yang tinggi, kita pertanyakan tujuannya. Apakah betul seperti yang ito katakan mengenai mereka mengikuti teknologi? Kita ini bicara pada konteks pada umumnya yang terjadi. Kenapa harus turun dari Jakarta untuk membangun tali air, ke daerah yang justru tidak jauh dari Danau Toba? Apakah ito perantau juga? Kalau iya, berarti ito hanya melihat kehidupan mereka sepintas saja, pada saat ito pulang, tidak ito lihat bagaimana hidup mereka yang sebenarnya. Kalau mendengar cerita (ninna tu ninna), tak yakin aku to.
    Dan satu lagi to, justru saya masih optimis pembangunan masih bisa dijalankan, makanya kita berusaha menggugat dengan berbagai cara, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Saya hanya bisa menggugah melalui blog gratis ini, untuk yang lain? Mungkin dengan cara berbeda lagi.
    Mauliate sudah berkunjung.
    Horas ito🙂

  8. Alai lam pistar jolma i, Gabe lam sega do hubereng portibion ito, alani Hapistaron ni jolma i gabe lupa ma tu kekuasaan ni Debata.

    http://www.lintongnababan.wordpress.com

    Partalitoruan
    Setuju ito, setuju hian au. Godang na sala mampargunahon di hapistaron na i ningon ateh ito😦

  9. Jadi molo menurut ito, sogon dia do na denggan pembangunan di negara ta on tarlumobi ma di bonapasogit

    Alana molo tabereng majo naujui Indorayon, dari sektor ekonomi, Pertumbuhan ekonomi taput meningkat, alai sian Aspek lingkungan, sega do hutan di Tapanuli utara, sega dohot akka pengairan.Hape dung sega sude, kan gabe hita generasi muda on do na sengsara? dang boi be ta nikmati kekayaan alam ta. Godang do nian akka napistar/ naung sarjana/ ahli naeng paturehon .alai disamping ni i,butuh do aspek2 nasing na berhubungan laho pature hon i.

    http://www.lintongnababan.wordpress.com

    Partalitoruan
    Keseimbangan. Satu kata yang indah kalau bisa diwujudkan, tapi butuh usaha dan kerja keras luar biasa untuk mewujudkan.Tapi, kalau sudah terlaksana, luar biasa.

  10. Saya sangat suka lagu karya Tongam Sirait TAPATURE. Liriknya saya paste di sini:

    TAPATURE
    (Tongam Sirait)

    Sian i do hita magodang
    Sian i do hita borhat
    Ido huta hatubuan i

    Ahut sura tapadenggan
    Ahut sura tapature
    Ahut boi tarbahen hita
    laho padengganton i

    Sugarima nian hita marsada
    Tapasada ma rohanta tuhadengganon i
    Oh ale bangso Batak di luat portibion
    Tapasada ma rohanta tapature ma hutanta
    Tapature ma hutanta

    Partalitoruan
    Oh ale bangso batak (tangan ke atas kawan…)
    ah gabe masihol au tulang tu si Tongam on

  11. Molo pingkiranhu, sude hita pangaranto marsada roha laho paturehon huhut mandok tu pamarenta (gubernur dohot bupati), asa dipaso angka sitaba hau i (pengusaha hph). Asa las roha ni angka ambaroba i, si buruk i, anduhur i, lali i, nang aek i gabe tarbege soarana marende di robean i dohot hasak na tu batu i. Ai nunga songon na losok roha ni aek i ro tu rura i.

  12. Banyak hal yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan hutanta… salah satunya kita kembali mengajak masyarkat berpikir dampak negatif ndari semua perusakan.. Mungkin susah tetapi kalau terus menerus akan ada hasil. Masalahnya sulit juga karena pem da setempat pun hanya berpikir sesaat dan hanya dari satu sisi ekonomis semata… Mari kita perjuangkan ate ito Deasy…

  13. Iya memang, sedih juga melihat hal seperti ini terjadi di tanah kita.

    Kampung ku sekarang – didaerah pusuk, parlilitan – sudah menjadi area penebangan si indocrayon sinchan sialan itu. hutan ditebangi, tanpa ditanami lagi.. pembangunan tak ada, yang ada malah jalanan rusak.. sialan emang.. udah emang dasar nya jalan jelek, masih aja dibikin jelek. Tapi kemarin saya bersyukur, bahwasanya pemerintah kecamatan parlilitan terutama humbahas yang saya dengar, sedang mengadakan patroli hutan besar²an yang didukung penuh oleh KPK, pendukung dan pelaksana ini saya tidak tau pasti, cuma dengar, tapi hasilnya saya lihat, bahwa orang yang saat ini bertanggung jawab terhadap kerusakan hutan di kampung kami sudah menjadi buronan.. amien.

    salam kenal ito.. mampir yach ke sini
    aryya.wordpress.com
    buaton.co.cc

    thanks

  14. manurung Edwin Says:

    Yup..

    khusus orang batak, baiklah kita memulai dari diri kita sendiri, dari hal yang terkecil.
    dengan membuang sampah sembarangan, kita berarti tidak menghargai kampung halaman kita sendiri.

    Tung mansai assit do nian na di Parapat on. Alana, dang adong be naolo ro angka turist i.
    Ae boa ma, so adong na olo mangalehon rohana lao paturehon Huta i.
    hape nian, godang do halak batak par Parapat na naung denggan parngoluanna.

    Sai ingot ma mulak tu huta.

    Molo boi dilehon Tuhan i hahipason di au, dang na lao huhalupahon huta hatubuanki.
    Sai horas ma hita saluhutna.
    Amen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: