Andai saja….Kasih tak sampai

Susi berfikir keras, kemana pulpennya itu tiap hari? Kog bisa-bisanya dia mengalami kehilangan pulpen tiap hari?Udah gitu, dari seisi kelas, dia aja yang kehilangan, yang lain-lain tak pernah ada. Kemana kah pulpen-pulpen itu gerangan? Masa, hampir tiap hari dia harus beli pulpen baru? Itu kan mengurangi uang jajan namanya.

Begitulah kebingungannya selama tiga tahun dia duduk di bangku SMA. Sampai akhirnya lulus pun dia tak pernah tau kemana rimba nya pulpen itu. Dan segudang pertanyaan, kenapa hanya dia yang kehilangan pulpen? Kenapa yang lain tidak? Bukankah pulpen yang dia punya, sama aja dengan yang dipunyai orang lain? Apa istimewanya pulpen dia?

Kalau dilihat dari segi pemilik, dia itu bukan orang yang istimewa, sehingga orang ingin memiliki apa yang dia punya. Prestasi kelas, dia biasa saja. Wajahnya pun tidak terlalu cantik, lagipun dia berasal dari keluarga sederhana. Jadi, apa yang menyebabkan pulpennya hilang? Kalaupun dicuri, siapa pelakunya? Dia tidak menaruh curiga pada siapapun di kelasnya. Rasanya tidak mungkin dia lupa, karena dia orang paling teliti dan tidak pernah lupa yang pernah ada. Jadi, kemana gerangan pulpen itu?

”Jangan lupa ya, nanti sore kita ketemu untuk reunian dan makan bersama, sekalian kan sudah mau masuk bulan Ramadhan ni, nanti ketemu di TIS ya, di Pizza nya ya,jam 19.00”. Tentu saja dia tidak akan lupa dengan acara reunian dengan teman-teman SMA nya itu, teman-teman yang sudah hampir 8 tahun tidak bertemu sejak lulus SMA dulu. Entah sudah bagaimana tampang mereka sekarang. Rasanya sudah tak sabar bertemu dan melihat mereka satu persatu, pasti banyak keriangan, kelucuan. Ah, tak sabar rasanya menunggu jam 5 sore ini. Harus berangkat cepat, kalau tidak mau terlambat sampe, hanya karena macet yang menggila.

Aha, akhirnya jam5! Susi pun langsung mematikan komputernya, membereskan meja seadanya, dan langsung bergegas keluar, dia tidak mau bos memanggilnya kembali untuk kerjaan baru, wah bisa telat nanti dia sampai disana. Huh!Lega rasanya sudah berada dalam taksi yang akan membawanya menerobos macetnya Jakarta. Dia pun reconfirm kepada suaminya, bahwa dia akan sedikit terlambat sampai di rumah, karena mau reunian dengan teman-teman SMA nya.

Sampai juga, ternyata sudah ada Della disana. Anak satu itu memang, piawai sekali dalam mengumpulkan massa dan menentukan tempat pertemuan dari dulu. Tak heran dia sekarang bekerja di salah satu Event Organizer terkenal di Jakarta ini. Dan setelah berbicara dan ber haha hihi, teman-teman pun mulai berdatangan. Waktu menunjukkan pukul 19.20, dan komplit semuanya. Lengkap! Karena judulnya adalah reuni SMA, jadi selain kita-kita yang satu kelas, tidak boleh ada yang ikut, sekalipun suami, atau anak, atau siapapun juga di luar kita. Karena itu, rencana ini sudah rancang dari 3 bulan yang lalu, untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Surprise juga, sampai ada temen yang bekerja di Kalimantan datang ke Jakarta hanya untuk reuni ini. Dia katanya tau informasinya dari salah satu milis yang diikutinya. Dedy namanya.

Setelah selesai makan, kami lanjutkan dengan bernostalgia, dan saling melepas rindu. Hingga, akhirnya Dedy mengeluarkan sesuatu dari tas nya. Yang membuat semua orang kaget dan sampai ada yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia mengeluarkan ratusan pulpen dari tasnya. Tidak ada yang aneh dengan pulpen itu, itu bukan pulpen jagoan di pilim yang bisa jadi bom itu, bukan juga yang ada lasernya, tapi itu adalah pulpen-pulpen Susi yang hilang selama tiga tahun di bangku SMA.Semua orang bingung, tidak bisa berkata apapun, mereka hanya hanya bisa diam. Kehabisan kata-kata. Apalagi Susi, sungguh dia tidak menyangka. Akhirnya, Dedy pun mencairkan suasana dengan gaya jenakanya yang tidak berubah sampai sekarang. Dia pun mengungkapkan kalau ternyata semasa SMA, bahkan sampai saat itu, dia memendam rasa suka pada Susi, tapi dia tidak pernah berani mengungkapkannya, karena dia tidak siap untuk ditolak. Semuanya tiba-tiba diam. Seakan memberi kesempatan kepada Dedy. Seakan mereka itu sudah dikoordinir untuk menampilkan berbagai ekspresi terkejut. Jangankan kawan-kawan yang lain, Si Pane, teman akrab si Dedy aja, tak tau dia suka sama si Susi itu. Walaupun dua tahun mereka duduk sebangku. Karena si Dedy tidak pernah menunjukkan rasa sukanya pada si Susi.

Dedy tau kalo Susi sudah menikah sehari setelah dia tiba di Jakarta. Salah satu teman SMA, tapi beda kelas dengannya, Mengatakan, bahwa satu bulan yang lalu, mereka menghadiri pernikahan Susi dengan teman kuliah nya dulu. Dan pada saat itu, Dedy kecewa, tapi tidak menunjukkan kecewa nya di hadapan temannya itu. Dan pada saat dia mengatakan itu, datang jawaban yang lebih mengejutkan dari Susi. “Kenapa kamu baru ngomong sekarang, tau gitu kan kita yang nikah, bukan aku dengan dengan suamiku yang sekarang” pada saat itu, ada yang langsung ketawa, mereka kira Susi bercanda. Tapi, tidak bagi yang mengenal Susi, dan melihat ekspresi kesungguhannya pada saat mengucapkan itu.

Reuni malam itu pun berakhir. Semua pulang dengan membawa kegembiraan, keceriaan, kejengkelan (tentunya bagi mereka yang kecewa dengan keterlamabatan dan ketidakberanian menyatakan perasaannya), dan ada pula yang membawa makanan yang tidak habis (nah kalo ini para ibu-ibu tulen yang doyan bungkus lah ini). Sepanjang jalan pulang ke rumah, Susi larut dalam fikirannya sendiri, tidak mengerti kemana arahnya. Ah Dedy, entah apa yang kau fikirkan. Kenapa kau malah sibuk mencuri pulpen ku? Untuk apa mulah pulpen-pulpen ku itu? Kenapa kau tak curi hatiku saja. Jauh di jalan menuju Bekasi sana, ada seorang lelaki dalam taksi yang tidak kalah bingung dan menyesal, dan kehilangan kata-kata.Andai saja, waktu dapat diputar kembali, andai saja.

9 Tanggapan to “Andai saja….Kasih tak sampai”

  1. Maulina br sirait Says:

    Andai saja Susi tau isi hatinya Dedy selama ini, …
    Andai saja saya bisa ketemu dengan Desy h…..

    Partalitoruan
    Bah boi do ka, aturma sian i😉

  2. nirwan panggabean Says:

    Andai saja….dia tau isi hatiku…saya sangat mencintai dan merindukannya…
    Tarutung…kau selalu di hatiku.

  3. Farida Simanjuntak Says:

    Andai saja….uuuuuhhhhhh
    Eda, tega dirimu membuatku mengingatnya di pagi yang mendung ini… hikz…hikz…hikz..

    Makin mantap aja blog eda ini…

    Trus semangat ya edaku……………

    Partalitoruan
    Bukan maksud hati edakku😉
    Eda salah satu yang membuatku torus bergairah na manggurgeti lampak ni blog on eda, serius🙂

  4. Gabe taringot au di masa SMAN 1 na ujui bah. attar songon ma naujui gaya niba tu boru ni parkantin SMP Budi Dharma balige, cuma sayangna sahat tu sadarion dang heabe jumpa. ha…haa..aaaaa.
    Memory dohot boru Napitupulu

    Lam tambah hari lam mantap do hubereng blog on bah… Good Luck yach.

    Partalitoruan
    Bah, katakan ma ito, lului ma itoani unang sanga tarlambat sudena🙂
    Mauliate ito

  5. Farida Simanjuntak Says:

    Ah…eda on.. gabe tersanjung iba…

    Mauliate ma da eda ku….

    GBU

  6. makin mantap tulisan mu dek…

    ntah kapan aku bisa menulis seperti mu yahhh …

    bisa ku cm merepetin di gabe aja kalo dia tak belajar dan bikin PR … hehehehehe

    Partalitoruan
    Agooooo akkang, mauliate godang ma di semangat na nilehon mi di au
    Hahahaha,khas mamak2 ateh ka😉
    Dan sudah kubayangkan kek mana rasanya direpeti sama borjun😀

  7. gedungbundar Says:

    salam kenal
    semoga selalu sukses. horas

    berantas korupsi dengan apa yang kau bisa

    Partalitoruan
    Horas
    Salam kenal juga, ito atau eda
    Yah, setuju, berantas korupsi dengan apa yang kita miliki dan dijalur dimana kita berada🙂

  8. ito desy…, banyak2 tulis memory ya..
    buat gali inspirasi lengkapi bloggku.
    salam buat par tarutung dari surabaya

    http://rapmengkel.wordpress.com

    Partalitoruan
    Beres tulang😉

  9. wah seru bener tulisan nya jadi teringat masa SMA dulu gimana seeh caranya bisa nulis kaya kk boleh dong kasih tau
    kisah nyata atau fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: