Ibu Musripah -2

Kelihatan sekali ibu itu trauma dan ketakutan. Wajar, setelah apa yang dia alami sebelumnya.

Daniel sudah menunggu di atas, setibanya kami di atas, aku melihat Daniel sedang mengobrol dengan pengendara motor yang lain. Ternyata, dia tukang ojeg yang biasa mangkal di seputaran uki. Pada saat dia melintasi terowongan, dia melihat kami bertiga disana, katanya dia curiga, ada apa. Dia fikir, apa ada korban tabrak lari atau bagaimana. Daniel pun menceritakan sedikit soal pertemuan kami, dan apa yang dialami oleh ibu dua anak itu. Dan kami juga ceritakan bahwa si ibu itu ngotot pengen pulang ke kampungnya, tapi malam ini sudah tak ada lagi kereta api, yang jurusan nya ke Malang. Tapi, si tukang ojeg itu mengatakan, bahwa kalau tidak salah, ada kereta api yang berangkat malam juga ke Malang, dari Jatinegara atau dari Senen.Dan si tukang ojeg itu pun menawarkan akan bersedia mengantarkan dan membelikan tiket untuk ibu Musripah. Lalu, kami memutuskan, untuk ibu Musripah naik ojeg, dan kami akan mengikut ke belakang. Dan kami putuskan akan ke stasiun Senen terlebih dahulu. Kau tau kawan, tak susah meyakinkan orang yang sudah trauma sebelumnya. Pada saat akan jalan keluar dari terowongan, kusarankan supaya tasnya dititip Daniel aja, biar kami jalannya lebih gampang, dia tak mau. Dan pada waktu mau bergerak ke arah Senen, aku katakan supaya tas nya ditaro saja di motor itu, supaya dia gampang duduk, tak mau juga. Akhirnya dengan kubujuk pelan-pelan mau juga kawan itu. Sebelumnya, waktu mau kuajak meneyebrang, dia katakan tak mau menyebrang disitu, karena sebelumnya ada Polisi disitu, dia tak mau ditangkap dan diserahkan lagi ke dinas sosial. Bah, aku jadi bertanya, seberapa ngerinya kehidupan disitu, sampai-sampai dia ketakutan balik lagi kesitu? Walaupun niat kita baik, ternyata tak mudah. Tapi, harus tetap dijalankan.

Akhirnya, kami pun menuju ke Senen. Dan begitu sampai sana, aku dan ibu Musripah langsung menuju loket karcis. Ternyata kereta yang ke malang, hanya ada sekali sehari, dan itu hanya ada jam 2 siang pulak. Waduh, masalah baru datang. Aku langsung berkonsultasi dengan tulang Sunan. Dan tulang menganjurkan, untuk mengantarkan si ibu ke terminal Pulo Gadung saja, karena kemungkinan masih ada bis yang ke arah Lumajang malam itu. Kemudian pada saat aku tanya kepada si ibu, dia bilang, dia tak mengerti pulang naik bis. Dia mau menginap saja di terminal dan menunggu sampai besok siang nya kereta akan berangkat. Nah, loh ada lagi nih masalah. Tak tega aku meninggalkan ibu itu disitu. Di stasiun sendiri, bah macam tak berperasaan kali. Akhirnya si ibu juga meminta supaya dia ditinggalkan saja di stasiun itu, dia akan menunggu sampai kereta berangkat besok. Dan akhirnya Daniel mengusulkan untuk menitipkan si ibu di pos penjagaan, dan kita juga akan meminta nomor telepon salah satu petugas, supaya besoknya kita bisa bertanya soal keberangkatan ibu Musripah. Akhirnya, kami titiplah ibu Musripah di pos penjagaan. Setelah mencatat data-data ibu Musripah dan data-dataku selaku orang yang menitipkan, kami pun meninggalkan ibu Musripah disana. Memang aku sedikit waswas, tapi semuanya aku serahkan pada Tuhan saja. Biar Tuhan yang melindungi ibu itu. Setelah sebelumnya juga aku berkonsultasi lagi dengan tulang Sunan, apakah baik jika ada meninggalkan ibu Musripah disana. Kata tulang tak apa-apa. Dan tulang menyarankan besok nya, aku untuk melihat dan memastikan kembali kondisi si ibu. Aku katakan, besok pagi aku tak bisa, karena ada kerjaan yang penting sekali, yang harus aku kerjakan. Dan setelah memberikan ongkos secukupnya, kami pun pulang. Dan sebelum pulang, aku ingin mengambil gambar dari ibu Musripah, siapa tau ada teman yang kenal atau bertemu suatu saat, sampaikan lah salamku padanya. Dia juga memberikan alamatnya, supaya aku dapat berkunjung suatu saat. Desa Njugosari, RT/RW 03/09, Candi Puro, Lumajang. Kata si ibu, rumahnya di kawasan gunung Semeru. Dan dekat dengan Lawang. Aku juga tidak lupa menitipkan nomor telepon ku dan Daniel. Dan kami meminta supaya setiba nya dan sesempatnya ibu itu di kampungnya memberi kabar pada kami.

Yah, mudah-mudahan dia akan kasi kabar kepada kami. Oia, sebelumnya, besok paginya ibu Musripah telepon, sekitar jam7 pagi dan dia kasi tau bahwa dia sudah membeli tiket. Dan ternyata semalaman dia tidak tidur di pos, melainkan di mushola. Karena katanya tidak ada orang di pos, lagipula disana gelap dan bau. Aku tanya sudah sahur belum, katanya sudah. Dan aku berpesan agar hati-hati dan menyimpan tiketnya baik-baik.

Senang rasanya membayangkan ibu Musripah akan bertemu dengan keluarganya. Dan aku juga berpesan supaya dia tidak usah kerja jauh-jauh, di kampung saja bertani. Tinggal bersama keluarganya. Mudah-mudahan suatu hari aku dapat bertemu dengan ibu Musripah.

12 Tanggapan to “Ibu Musripah -2”

  1. Farida Simanjuntak Says:

    Bah, eda…
    Sai Tuhan ta mambalos burju ni rohami dohot ito ki ate…

    Mudah-mudahan pajumpang inanta i dohot keluarga na..
    Alai memang eda, maol hian do meyakinkan halak naung putus asa. Songon au di son, sipata loja hian persaan hu molo nga berhadapan dohot angka jolma naung mago rohana alani putus asa. Alai prinsip hu dang boi talu au, molo naeng mambahen na denggan tu jolma na putus asa…

    sukses ma da eda…

    GBU

    Partalitoruan
    Ima dah eda, mudah2an ma sahat inantai di huta na, jala boi pajumpang dohot akka keluargana. Ido daba eda, na maolan porsea, dang hinata nian ateh.Alai justru dison ma tong eda, kesabaran ta di uji, sejauh dia do hita melaksanakan niat ta i. Eda pe sukses disi da eda.

  2. eda…. on ma na nidok na eda na burju… manang na nidok ni halak endonesa menolong tanpa pamrih… salut buat eda…

    Partalitoruan
    Ah eda on nian. Mauliate eda.Tidak dilihat dari besarnya yang kita berikan, na penting berbuat lah sebisa kita . Setuju eda?😉

  3. Binner Manihuruk Says:

    SALUUUTT…..Udah jarang ditemui orang seperti ito ini di zaman seperti sekarang ini. Harus di teladani.

    Partalitoruan
    Aku sebetulnya salut sama si tukang ojeg itunya ito, soalnya pas pulang dari Senen, kami kasi uang bensinnya, tak mau dia terima, katanya dia ikhlas membantu.

  4. Maulina br sirait Says:

    Desy….sudah cakap baik pula, molo nibaen nadenggan tu dongan sai ro do balosna nadenggan ninna natuatua… oh ya Des ko’ photonya rada gemuk ???

    Partalitoruan
    Hehehehe, kakak on nian. Pas ma i ka. Pssst, memang mokmok do ka😀

  5. Horas adek,
    Au pe adong cerita adek agak2 mirip. jadi pas kaluar mall au di daerah cilegon adong hubereng ina-ina mangoppa baby dan anakonna on honna tangis dht omakna on pe tangis tong. hubereng tong anakonna dang marsalawar. agoh ga sampe hati ngeliatnya. trus husukun ma, anaknya kenapa bu? trus anaknya kok ga pake celana? ialusi inanta i ma, holan sada do salawarna ipe ngahona koncing. trus hulean ma pampers ni anaku dan celana na. trus husukun muse, ibu ngapain disini dan kenapa nangis? idokma dangadong hepengna untuk ongkos alana mago inna. trus aku ngomong ke itom, dan disukun itom idia jabuna makasudna asa diantar. eh hape jabuna sekitar 4 jam lagi dari daerah kami. ya udah akhirnya ilean hami ma ongkosna dohot uang manganna alana dang mangan dope inna anaknai. dung hupanaik imana tu bus, mulak mahami.
    Eh besoknya lewat siani muse hami, bah isi muse inantai. ah hape spesial ido haroa karejona hahhah. jadi tiap hubereng tiki imana gabe honna mekkell maau.
    Sory da dek paganjang hu hehheeh. btw, tambah mokmok ho ateh heheh

    Partalitoruan
    Bah ai aha do i?Na penipuan do hape inantai?Sai unang ma songoni si ibu Musripah on
    Ah ho nian akkang, sude do patakkas2onmu, biarkan lah foto yang berbicara😛

  6. des… manetek ilukku manjaha tulisan mon adek….

    sugari na godang ma nian halak na mar ate-ate songon ho adek… betapa damainya hidup dan kehidupan ini…

    Tuhan menuntun mu menjadi malaikat penyelamat bagi ibu ini… krn Tuhan tau kau adalah hambanya yang istimewa…..

    semoga tulisan ini mengetuk hati manusia2 yang telah membeku di belantara hutan beton ….

    Partalitoruan
    Amang tahe kakak on, ho nian ka ittor malaikat do nimmu, dang idope ka tudosan na.
    Aku setuju dengan kalimat terakhir mu ka. Nunga terlalu godang naung “tuli dan buta”. Semoga hita tidak termasuk disi ateh ka😉

  7. Mudah- mudahan ma setelah manjaha bloh ni ito desy on gabe adong muse desy-desy na lain.

    sungguh luar biasa, perbuatan mu ini patut di puji. tak ada kata selain semoga Tuhan membalas kebaikanmu & keluarga Musripah selalu dalam perlindungNya.

    o..yach… bloq mu aku add di blogroll pribadiku yach

    mauliate.

    Partalitoruan
    Semoga ito🙂
    Baen ma disi ito

  8. nirwan panggabean Says:

    Horas …..
    sya sangat terharu dengan apa yang Ito lakukan….semoga Tuhan memberi berkatNya yang lebih banyak lagi untuk Ito dan Lae Daniel agar Ito bisa menolong orang lagi….

    Partalitoruan
    Mauliate tulang🙂

  9. des…, sungkun jo di tangiangmu ; lomo do roha ni Tuhani di pangulaon mon ?
    Klo YA, anggiat ma tongtong dipangke Ibana ho dohot sude na adong di ho laho mangulahon na hombar tu lomo ni rohaNa.
    horas ma

    http://rapmengkel.wordpress.com

  10. Tuhan baik .. memberi hati yang baik kepda Ito Deasy..

  11. Curiga do ahu di haroro ni tukang ojek i disi jala heran, boasa bersedia ibana manolong inanta i laho manuhor karkis (tiket)
    Hea do tong hualami songon i, dung hupapulik ongkoshu mulak tu kontrakan, hulehonhon hepengku na saotik i. Hape, minggu berikutna muse huida tong disi inanta i. Maupma i.

    Partalitoruan
    Manogotna i, di telepon inantai do muse au ito lao mandok nunga dituhor ibana tiketna, naeng borhat ma ibana siangna i. Anggo memang songoni do ibana ,dosa na ma i ito. Loja ma iba curiga disi,na penting denggan do niat niba.

  12. Bravo…dijaman serba cuek ini. Sulit berbuat seperti yang ito lakukan. Salut buat ito. Umumnya kalo kita (mungkin saya juga) melihat yang seperti itu, biasanya yang muncul rasa curiga. Jangan-jangan penipu, jangan-jangan……. Tulisan ini menjadi inspirasi buat saya. Salam Hangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: