Cepat sembuh ya de, Sanggam

4 Oktober 2008. salah satu tanggal yang akan selalu kuingat sepanjang hidupku. Sekalipun aku lupa nanti, aku akan mengingatnya lagi melalui tulisan ini.

Hari dimana ito ku (anak siampudan bapatua ku), kecelakaan. Deni Sanggam Hutabarat namanya. Dia duduk di bangku kelas 1 SMU N 1 Balige. Dia mengalami kecelakaan. Kabar yang aku dengar dari adekku, bahwa dia katanya menabrak mobil yang berhenti pada saat naik motor. Dan posisinya pada saat itu, tidak sedang dibawah pengaruh alcohol dan tidak mengebut. Mungkin dia sedang banyak fikiran, sehingga tidak konsentrasi mengemudikan motor itu.

Sedih rasanya hatiku mendengarnya. Kemudia sesaat setelah kejadian, orang-orang langsung membawanya ke RS HKBP Balige, karena hanya itu lah satu-satunya Rumah Sakit di Balige. Sesampainya disana, pihak rumah sakit, langsung merujuk supaya adekku dibawa ke rumah sakit dengan peralatan yang lebih lengkap, supaya segera tertolong. Karena menurut informasi yang aku terima, pada saat dibawa ke rumah sakit, dia dalam keadaan tidak sadar, darah keluar terus menerus dari mulut dan kepala. Oh Tuhan tak bisa kubayangkan tubuh kurus dan ringkihnya itu harus menahan kesakitan semacam itu.

Dan segera lah dia dibawa ke Rumah Sakit Horas Insani di Siantar. Puji Tuhan, pihak rumah sakit langsung tanggap dan langsung mengurus adekku. Karena keadaan adekku yang tidak sadar, alias koma, maka dia ditempatkan di ruang ICU dengan pengawasan ekstra ketat dari dokter dan suster yang ada di rumah sakit tersebut. Berbagai macam pertolongan mereka lakukan untuk adekku terkasih.

Di hari minggu, dia menjalani scan, foto dan segala macam pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, maka ditemukan diagnosa sebagai berikut: tengkorak kepala kiri-kana retak, lengan kiri patah, satu tulang rusuk patah, yang kemudian menekan paru-paru sehingga banyak angin masuk ke dalam paru-parunya. Sejauh itu, didiagnosa tidak ada pendarahan atau masalah dengan otaknya (puji Tuhan). Tapi tetap akan dipantau terus oleh tim dokter, sehingga ketauan apakah ada sakit yang lain, atau infeksi, atau apalah yang butuh ditangani cepat.

Sampai hari ini, dia masih belum sadar juga. Tuhan, aku butuh kau jamah adekku.

Akka temans, dan dongan-dongan, aku membutuhkan dukungan kalian. Tolong bawa adekku dalam doa, supaya dia lekas sembuh. Supaya kepolosan dan keceriaannya, bisa kembali kami lihat. Kami sudah sangat merindukan tawa dan candanya.

De, Sanggam, cepat sembuh ya de. Cepat sadar ya de, kami sayang kau de.

4 Tanggapan to “Cepat sembuh ya de, Sanggam”

  1. Farida Simanjuntak Says:

    Horas eda…

    Sabar ya eda… Semoga Tuhan memberi dia kesadaran dan kesembuhan…

    Muzijat itu nyata…

    GBU

    Partalitoruan
    Mauliate eda.Susah do memang eda tetap berharap dan optimis dalam masa songonon, tapi susah bukan berarti tidak mungkin toh?
    Setuju eda.

  2. Tadi pagi aku baru tahu, bahwa Adek mu Sanggam telah meninggal dunia ketika melihat pelayat ke rumah BapaTuamu… RIP. TURUT BERDUKA CITA.

    Partalitoruan
    Mauliate bang

  3. mg cept sembuh ya.

    Partalitoruan
    Ito,dia sudah bersama Tuhan di sorga sekarang🙂

  4. Angelita Theresendha Tambunan Says:

    aku jdi teringat nie ..

    jd kangen am abng itu ..

    SEPI klo tak ada DIRINYA ..

    kaw takkan pnah HILANG dr hati-Ku

    Luph yuu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: