Film dan Film

Menonton memang salah satu hoby ku. Ada beberapa teman malah bilang aku itu maniak nonton. Suatu saat aku pengen banget bikin film, dan terlibat dalam suat pembuatan film. Kayanya seru juga tuh.

Terkadang liburan aku habiskan dengan menonton marathon di salah satu bioskop. Apalagi kalau lagi bete, wah obat ampuh juga itu selain mendengarkan musik.

Tidak jarang aku menonton satu film lebih dari sekali. Mungkin biasa saja, kalau aku lakukan di rumah, tapi ini ga. Aku lebih memilih menonton di bioskop. Karena buat aku, aku lebih puas dengan gambar dan sound nya. Beda sama di rumah.

Beberapa film yang ku ingat, aku tonton lebih dari sekali di bioskop. Antara lain : Narnia and The Prince of Caspian (4 kali), Kung Fu Panda (5 kali), Laskar Pelangi (4 kali), Hell Boy II ( 2 kali). Sejauh ini, rekor masi di pegang oleh si Po di Kung Fu Panda.

Ada beberapa alasan aku memilih menonton beberapa judul di atas lebih dari satu kali. Untuk Narnia, karena memang aku sangat menyukai alur ceritanya, optimisme dan kemampuan dari rakyat Narnia untuk bertahan. Dan pada dasarnya, aku memang penyuka film-film kolosal. Bagian paling aku suka dari sekuel Narnia ini , adalah bagian dimana pas perang, pasukan yang dipimpin oleh Prince Caspian keluar dari bawah tanah, merobohkan benteng tersebut, sehingga tentara-tentara musuh diatas, jatuh semua, sehingga mereka bisa dikepung. Strategi perang yang hebat.

Kung Fu Panda, karena sarat dengan pesan moral dan mengajarkan banyak hal berguna untuk dapat kita pakai dalam menempuh mimpi dan keinginan. Sangat banyak hal berkesan yang aku dapat dari film ini. Oogway : there are no accident. Yah, tidak ada yang kebetulan di dunia ini, bahwa semuanya sudah ada alurnya, sudah ada jalan ceritanya. Kemauan kuat dari Po untuk terus latihan, sekalipun malam pertama dia tinggal di Shaolin, dia sudah diusir oleh macan, dan diperlakukan tidak ramah oleh pendekar yang lain. Dan pada akhirnya Po menerima tidak ada resep rahasia atau resep istimewa. Yang membuat sesuatu itu terlihat istimewa, karena kita menganggapnya istimewa, itu saja!

Hell Boy karena memang film ini lucu. Tidak terlalu banyak pesan moral yang disampaikan. Paling pada bagian Liz berkeras untuk menyelamatkan Red saja yang cukup menyentuh. Tapi malah kalau bisa dibilang, bagian paling mengharukan pada saat Blue harus berpisah dengan cintanya, Putri Nuana.

Laskar Pelangi. Apa yang bisa awak katakana untuk film terbaik tahun ini? Perfect. Pesan moralnya, dahsyat. Memang tidak semua yang terjadi di novelnya dipaparkan di filmnya, namanya juga adaptasi, tidak harus semuanya toh di angkat ke layar lebar. Mulai dari awal, Lintang jadi murid nomor satu yang tiba di sekolahnya. Naik kereta angin sejauh kurang lebih 40km, hanya untuk bersekolah. Belum lagi, dia harus melewati rawa buaya setiap hari. Hujan, panas, tidak dia pedulikan. Belum lagi, dia yang harus mengurus ketiga adik perempuannya yang masih kecil, karena sehari-harinya ayah mereka ke laut, bekerja sebagai nelayan. Dan ibu mereka sudah meninggal. Lintang satu-satunya anak lelaki tertua di keluarganya. Harusnya, ayahnya tidak menyekolahkannya, harusnya ayahnya mengajak dia kelaut, supaya ayahnya dapat ikan lebih banyak. Tapi ayahnya punya mimpi yang tinggi terhadap anak laki-laki satu-satunya itu. Dan Lintang pun demikian, dia tau bahwa nasib hanya bisa dia rubah melalui pendidikan dan mencapai cita-cita yang tinggi. Tapi keadaan memaksa Lintang untuk meninggalkan bangku sekolah lebih awal. Karena ayahnya meninggal, maka dia harus mengambil alih tanggung jawab keluarga dan bertanggung jawab terhadap ketiga adiknya itu. Di usia yang masih anak-anak, dia sudah sangat mengerti akan apa itu penderitaan dan tanggung jawab.

Bagian yang menyedihkan, pada saat Ikal, sahabatnya, menangisi Lintang saat pamit ke sekolah. Pada saat pak Harfan meninggal, pada saat Ikal patah hati karena ditinggal pergi A Ling ke Jakarta, saat mereka harus ngangon kambing sehabis hujan, saat bu Muslimah tak sanggup pergi mengajar karena begitu kehilangan sepeninggal pak Harfan.

Tapi, yang tidak kalah menggelitik, pada saat Samson mencoba “mempraktekkan” resep yang katanya bisa menjadikan Ikal dan A Kiong menjadi laki-laki pujaan kaum hawa, pada saat Mahar seperti orang gila mencari inspirasi untuk karnaval, saat Ikal nervous mempersiapkan pertemuannya dengan A Ling. Dan yang tidak kalah mengharukan, pada saat bu Mus datang untuk mengajar, pada saat mereka memenangkan karnaval, memenangkan cerdas cermat, bersepeda mengejar pelangi. Ah Mira Lesmana dan Riri Riza memang sangat perfecto. Numero uno.

Beberapa film yang sudah aku tonton di bioskop (ini yang aku ingat saja), dan aku coba beri rating, dengan taste ku sendiri tentunya.

· * : biasa saja

· ** : boleh lah

· *** : seru

· **** : wajib ditonton

28 days later (*) Collateral(***) P.S I Love You (***)

Mengejar Matahari (****) Virgin (**) Tali Pocong Perawan(*)

Arisan (***) Brownies(***) Narnia(****)

Walking Tall (***) The Island(**) Narnia and the Prince Caspian(****)

Man on Fire (****) The Eye 2 (*) Laskar Pelangi(****)

Mean Girls (*) Kung Fu Panda(****) Anda Puas Saya Loyo(*)

Twisted (*) Kawin Kontrak (*) Wanted(**)

King Arthur (****) XL (Xtra Large)(**) The Mummy and the Emperor(***)

The Day After Tomorrow (**) The Forbidden Kingdom(****) Rambo IV(***)

Anacondas (**) Ayat-ayat Cinta (**) Wilderness(**)

Alien VS Predator (*) Three Kingdom(****) Death Sentence(*)

Freddy VS Jason (*) Tri Mas Getir(*) Nagabonar(****)

Van Hellsing (*) Hancock (**) Claudia Jasmine(*)

Dirty Dancing 2 (**) Dark Knight(**) Babylon A.D(***)

Suddenly 30 (**) Asterix and Obelix(***) Troy(****)

Along Game Polly (**) Hellboy (**) Rush Hour 3(****)

Jersey Girl (**) Hellboy II (***) Princess Diaries (**)

Princess and me (**)

Yah yang baru keinget segitu lah. Kalo akka temans, gimana? Ada kah film yang mau direkomendasikan?

8 Tanggapan to “Film dan Film”

  1. Farida Simanjuntak Says:

    Bah, eda… kayaknya kita saingan berat dalam menonton… Di sini pun aku keranjingan beli DVD karena waktu ku ga memungkinkan nonoton di Bioskop.. Kalau lagi libur bisa 5 film ku pelototin dalam 1 hari, hahahaha…
    Kemarin aku lagi beresin barang2 dan ternyata koleksi film baru mencapai 50 an aja, yang pinjam dan hilang ada 6. Benci bangettttttt……..
    Yang paling sering ditonton baeng kawan2ku Naga Bonar II, Kung Fu Panda dan Memoirs Of Geisha.
    Semalam aku nonton di TV 3 Ayat-ayat Cinta, memang kuakui ini fil bagus banget. Waktu aku lirik kawanku 3 orang sedang meneteskan air mata….
    Kabarnya Sekuel Kung Fu Panda (2) akan dirilis thn 2011.. Yah.. Kelamaan…

    Partalitoruan
    Au dang na pala tertarik dengan film ayat-ayat cinta eda, alai molo misalna dihatai jolma, kan asa binoto manjawab. kebanyakan orang, belum pernah ditonton atau dilihat, tau-taunya bisa berkomentar lebih getol dari yang sudah nonto😀
    bah,eda godang ma i koleksimi.
    ah, nga palelenghu i tutu taon 2011, sotung naung mangompa si uccok/si butet do hita disi, gabe lola tu bioskop😉

  2. Bah… Nga hira penjual DVD na di Glodok i ho…😀 – Wooow…!! Ndang hurimpu na “rintik” manonton ho boru… Salut! Sabotul na nga boi ho jadi kritikus film. Bahen ma blogmu na baru khusus membahas film-film naung ni tontonmu lengkap dengan dengan kritikan dan pujian…

    Andul ni hata, naung ditonton ho do boru: Lake House, If Only dan August Rush? Molo daong dope, pinjam ma DVD na sian ahu…😀

    Andigan ma hita rap manonton dohot si Lydia?

    Partalitoruan
    Dang adong DVD ni akka film na hutonton i husimpan bapa. Lebih lomo do rohakku manonton di bioskop.Alana sound dohot gambarna lebih puas au molo di bioskop langsung.
    Ateh, alusi i ka Lidya.

  3. Wah.. luar biasa rekomendasinya.
    Boha molo Naga Bonar Ito, ndang masuk dope huida ?

    Horas

    Partalitoruan
    Nunga hutonton i ito, mantafffff

  4. kalo soal nonton menonton ini mmg kuakui…si desy FREAK abisss!!!
    emg bener dek, nonton di bioskop itu lbh seru drpd DVD, makanya koleksiku jg gk banyak, dan biasanya abis beli, dipinjam teman, dan takkan kembali*asin kata orang medan*😉

    Tulang Tappang:
    Lake House+If Only+August Rush –> uda kulalap Tulang😉 so sweeettt…
    jadi kapanlah kita ngedate ber3?
    bosen ngedate ma desy terus*hehehe*kidding sist

    ^_^

    Partalitoruan
    Aku pun sebetulnya sudah bosan ber trio dengan mu saja ka😛
    mauff deh

  5. Disamping nonton juga harus beli bukunya tuh. seru abis ceritanya. Awas jangan beli buku yang bajakan, yang asli hanya di http://WWW.BUKUKITA.COM

    Partalitoruan
    Buku yang mana yah?Apakah yang dimaksud Laskar Pelangi?Kalo iya, aku sudah punya.Kalo yang ada bonus VCD di Kick Andy, itu bajakan ga yah?Belinya ga online order sih, tapi di Gramedia Matraman🙂

  6. Sarupa ito, saya juga maniak nonton film. Bedanya saya kurang suka film indonesia, bukannya tidak nasioanlis. Film kita alur ceritanya kurang kuat, dan pemainnya masih “harus cantik/tampan”. Saya suka film2 yang digarap Joel Schumarcer, Tim Burton, John Woo, Jerry Bruckheimer. Film2 yang mereka garap umumnya sukses. Sedangkan aktor favorit saya Denzel Washington, Tom Hank, mereka sangat berkarakter. Belakangan ini saya coba review film di blog saya dari film yg sudah saya tonton. Buka deh di http://asaborneo.blogspot.com/search/label/FILM. Salam Hangat!

    Partalitoruan
    Terima kasih ito, salam hangat juga
    saya juga penyuka Denzel Washington, Steven Seagal, Jackie Chan. Setuju, John Woo selalu brilian dalam menciptakan film. Kalau untuk film Indonesia, saya suka menonton, supaya saya bisa mengikuti perkembangan film Indonesia, dan tidak bisa dipungkiri juga, dari sekian banyak film Indonesia yang berkualitas buruk, masih ada yang bagus,seperti Laskar Pelangi dan Denias.

  7. Oh yah, dari film2 yang ito list saya paling suka MAN ON FIRE.

    Partalitoruan
    Yah, setuju ito. Dakota Fanning juga sepertinya nanti akan menjadi next super star actress di Hollywood😉

  8. APA KULAKUKAN NON FILM
    MULAI SMP 1950 : BANYAk

    1.Seperti Desy saya studi banyak hal dari Film juga.
    2.Tatkala Studi Akademimuda di Jkt mulai 1957, satu Kelompok Praktet saya:
    2.1.Penggemar Senidrama, ada masuk Figuran Studio Film
    2.2.Yang saya sarankabn Tema Penggemar, Perfiliman Berjenis di Kultur
    2.3.Tatkala saya Tugas Pencerah Generasimuda, Metode Senidram pakai
    2.4.Begitupun di Retrette Pemuda Gereja sanagat mereka sukai.
    3.Th 1984 Jubileum HUT 150 ILNommensen di Jerman
    3.1.Saya Konsep Dirigir Teater / Acara Batak : Berhasil Nilai Kini.
    3.2.Pesta Sirait Perfiliman Ind Tel saya Berlin-Hamburg, tatkala ia di Film 3.2.Internasional, mohon bantuan memfilimkan IL Nommensen.
    4.Dst Pencerahan KBP Kulturbudayaperadaban Dunia Universum sampai kini.
    5. Desy miliki Teknik Cukup Pencerah dari Lembaga Mandiri Ekonomik.
    6.ndh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: