Kau telah menjadi penghuni rumah Bapa Sorgawi, de…

Tenanglah kau sekarang de. Tak ada lagi kesakitan, tak ada duka. Tunai sudah tugas mu di bumi ini. Tinggal kami yang berjuang menunggu giliran kami masing-masing.

De, apa kabar kau hari ini? Sudah kau lihat indahnya surga itu de? Pasti sudah kau temukan damai itu disitu ya de.

Setelah seminggu adekku berjuang untuk hidup, berjuang untuk melawan rasa sakitnya, akhirnya dia pergi ke rumah bapa di surga. Jumat, 10 Oktober 2008, kurang lebih jam 19.30. Raga nya sudah pergi dari tengah –tengah kami, tapi kenangan dan senyum, kepolosannya tidak akan pernah kami lupakan selamanya. Dia, adek kami, dia siampudan kami, dia adek yang sangat kami cintai. Yang belum sempat kami bahagiakan. Yang tidak pernah kami tanyakan kebutuhannya, hanya bapak yang berada dekatnya selalu. Tuhan begitu sayang padanya, sehingga Tuhan tidak membiarkan dia mengalami banyak kesakitan dan penderitaan di dunia ini.

Hingga saat terakhirnya, bapak tidak ada di sampingnya. Sungguh, kami tak kuat memberitahukan keadaan yang sebenarnya dari awal, karena kami tidak mau terjadi hal-hal yang buruk atas bapak,berhubung kesehatan bapak pun sedang tidak baik.

Menunggu jenazah adek kami di bawa dari Siantar ke Balige, aku bertelepon bapak (abang bapakku, yang sangat baik sekali, sudah seperti bapak untuk kami, terutama kami para boru nya).

“bapa, “

“ou ito, inang, dang adong be ito mi, nunga lao be itom si Sanggam I inang, nga bulus be rohani halakon, dang diboan halakon au mamereng ito mi, bakke nama hape berengonhu ito mi tokkin nai inang”

“sabar ho da bapa, pasahat tu Tuhan I, martangiang ho,nunga rap dohot Tuhanta I be ibana, iboto nami I”

“olo inang,olo ito”

“martangiang bapa da, jaga kesehatan, unang pamarsakhu, pasahat ma sude tu Tuhan I, ikkon ganjang do umurmu da bapa”

“olo inang”

Sedih rasanya mendengar kata-kata itu. Tapi di tengah-tengah kesedihan ini, kami harus bisa saling menguatkan. Karena kami begitu menyayangi Sanggam.

Penyesalan yang terdalam kini ada dalam hati. Mengapa kami banyak menyia-nyiakan waktu bersamanya? Kenapa kami tidak pernah mau berbagi sedikit waktu dan canda dengannya? Tidak akan ada lagi kepolosannya, pada saat menyapa aku pulang ke Balige “bah, yang pulangnya kau ka?apa kau bawa sama aku ka’e?” tapi, hidup harus terus berjalan. Kami masih punya tanggung jawab terhadap abang, kakak, adek dan orang tua kami, untuk membahagiakan mereka sebelum mereka mencapai garis finish masing-masing. Dan kami pun tak ingin terjadi penyesalan lagi.

Sanggam pergi membawa semua beban di hatinya, tanpa pernah memberitau kami apa yang dia mau, apa yang dia inginkan. Dia tidak pernah mengeluh. Sampai detik terakhirnya, dia tidak membuka mata seutuhnya. Hanya setengah, berurai air mata, dan pergi dengan tenang. Apa arti air mata itu de? Mana yang sakit de? Apa yang bisa kamu Bantu untuk meringankan sakitmu? Apa de?

Aku tak bisa pulang de untuk melihat mu terakhir kali. Tak dapat kugambarkan betapa hancur hatiku nanti pada saat pulang, aku hanya akan melihat kuburan dengan nisan DENI SANGGAM HUTABARAT. Di sebelah kuburan bapa tua Koko. Aku hanya mendoakanmu, dalam perjalananmu menuju rumah bapa di sorga.

Sampai saat terakhir pun kau tidak ingin menyusahkan kami semua. Kau pergi dengan tenang. Semua beban dan keluh kesahmu, kau bawa pergi bersamamu. Kau ingin, kami mengenangmu dengan senyummu, bukan dengan keluhanmu. Yah, dan itu lah yang tersisa untuk kami saat ini. Kenangan akan kau, de, akan senyummu, polos hatimu. Kenakalan -kenalan kecilmu. Postur tubuhmu yang tak pernah gemuk dari dulu, rambut mu yang seperti rambut bapak, dan yang akan selalu kami kenang, senyuman tulus dan polosmu.

Ah, de, entah sampai kapan kesedihan ini bisa kami atasi dengan baik. Kami akan selalu mengenangmu. Mengenang tawamu, mengenang polosmu.

De,tunggu kami disana yah. Dan kau sekarang sudah semakin tersenyum menyaksikan kakakmu, menangis, sambil melap air mata, sambil mengetik. De, kau ketawai aku ya? Jangan kau ketawai aku ya de.

Kami semua sayang kau de. Selamat jalan adek kami tersayang, tunggu kami disana ya de.

Kami mencintai mu, dan itu akan selalu.

27 Tanggapan to “Kau telah menjadi penghuni rumah Bapa Sorgawi, de…”

  1. Maulina br sirait Says:

    Desy…Turut berduka cita ….
    Sude do jolma ingkon mate, alai memang tung lungun do roha molo ditinggalhon nanihaholongan.

    Partalitoruan
    Mauliate da ka.ido daba ka, apalagi burju muse ito nami on, jala poso dope daba ka.

  2. Marhabot ni roha do hami,dinamarujung sada naposo sian tonga-tonga ni keluarga ni ito niba boru Hutabarat.
    Anggiat ma diparade Tuhanta i inganan na mansai denggan disiamunNa. Suang songon i nang di hamu saluhut,tarlumobi keluarga na tinadinghonna,asa anggiat ma tong-tong Tondi porbadia i ma nasai mangapuli roha nang pikkiran muna.
    Botima sian hami.

    AM.Saragih/JH br Silitonga.

    Partalitoruan
    Mauliate di ito dohot di eda.Tongtong boan hami di bagas tangiangmuna ate ito.
    Ambal ni hata, andigan ito mulak sian huta na dao i?

  3. Farida Simanjuntak Says:

    Turut berduka cita, eda…

    Tapi dia sudah menemukan kehidupan abadinya…
    Ga ada lagi kemunafikan dan kesumpekan hidup yang dia rasakan…

    Tabah ya eda…

    GBUs

    Partalitoruan
    Mauliate godang da eda.Boan di bagas tangiangni eda i tulang mi da eda.asa margogo bapak nami i.
    Najolo marsisir do imbulukku mambayanghon perasaan ni tulang/amangboru tikki parmonding ni paribanhi.Sonari eda, terjadi ma apala pas tu ito on, ago eda,hubayanghon ma eda perasaan ni eda i

  4. Turut Berdukacita,

    Partalitoruan
    Mauliate ito

  5. Adekku Desy, rap na berduka do hita adek diparlaoni ito Sanggam. martelepon do kakak tu balige manukkun kabar sian na kecelakaan i ito Sanggam. Di tingki penguburan ninna rame hian do halak na marholong ni roha mamereng terakhir kali. bunga na ro pe mansai godang. gabe songon parmonding ni natua-tua nama ala ni godang ni panikkir. Kesan sian Guru sma 1 mandok bahwa ito on na burju jala termasuk na terbaik di sikkola hape holan 3 bulan ma inna dilehon Tuhan waktuna sikkola di sma 1. memang naung i nama na terbaik dibahen Tuhan di hita asa sonang ibana rap dohot Tuhan Jesus di surgo. Rap manangiangkon ma hita adek di kesehatan ni bapa uda asa unang sai marsak ibana. Ai holan na tumatangis dope uda i.

    Partalitoruan
    Olo ka.Imadah na burju ma tutu ibotonta on. Dang hinata nian, ai ganup ari on do rap bapatua dohot ito on.

  6. Christina br Pardede Says:

    Turut berduka cita…
    ngeri nian dang hubereng be bakkena diboan tu balige, hape pas tabrakan i dijolo nami doi tepat di depan tugu sonak malela
    Jumat tanggal 10 jam 9 bodarina disms tetanggakku di balige au paboahon naung lao ibana saleleng-lelengna, marsisir imbulukku mambege.
    nga lao be ibana hape parjolo manadingkon hita sude, dang berengon be ibana ro marmeam tu jalan siliwangi tu jabu ni si Joel, dongannna mulai TK sahat SMA.

    Partalitoruan
    Mauliate da…Santabi, na parbalige do hamu,ka? (sebelum marsitandaan hita, kk majo hudok ateh)
    songon na takkas do ditanda hamu iboto nami on.

  7. Turut berduka cita ito, Semoga keluarga diberi ketabahan.Tuhan memberkati

    Partalitoruan
    Mauliate ito…

  8. oh my god… im crying… saya pernah mengalami ini, 12 tahun yang lalu.. cerita kita sama, dah mungkin saya lebih tragis lagi. TURUT SEPENANGGUNGAN>> TUHAN PASTI PUNYA RENCANA TERINDAH.. udah dulu kak, saya ga kuat,,, saya nangis terus ini…….

    Partalitoruan
    Pasti kau sedih banget yah..
    kak?Siapakah disana?

  9. GOD!!!!!!!!!!!!
    i cant stop my tears…

  10. Sebelum peristiwa itu, sudah sering kau ceritakan adik sepupumu yang satu ini, yang sudah seperti adik kandung bagi dirimu. Kebaikannya, kedekatannya pada dirimu, dan…kisah yang amat sedih itu. Diam-diam, sesungguhnya aku ingin mengenal adikmu yang amat kau sayangi ini, Des, kubayangkan Desember akhir nanti, saat meluncur ke Sibolga, singgah di Laguboti dan Balige untuk menemui kawan-kawan kita di sana. Aku ingin minum kopi di kedai kopi mereka, lalu mengajak adikmu itu berbincang, sebab kau katakan ia seseorang yang sangat suka bercerita; tentang dirinya, juga tentang kehidupan yang diimpikannya.

    Tetapi, seminggu lalu, aku dan kawan-kawanmu yang lain, terkejut karena kau kirim sebuah SMS meminta doa: adikmu ini kecelakaan di jalan raya Balige, dalam keadaan koma. Kubalas, pasti kudoakan, agar Tuhan menyembuhkannya. Dan, Tuhan tahu, aku mendoakannya, Des, walau mungkin doa yang tak begitu sempurna.

    Lalu, beberapa hari lalu, ketika kita berlima sepakat ngobrol di sebuah kedai kopi langgananku, di kala kita berbincang sambil menunggu datangnya lae Robert Manurung (sebab lae Charly Silaban dan lae Marudut ‘frank’ P-1000 tak bisa hadir), hp-mu tiba-tiba bergetar. Seseorang, rupanya, memberitahukan kematian adikmu itu….Adik yang memang terlihat begitu kau sayangi itu.

    Aku, lae Charlie Sianipar, Lidya Ht.Gaol, tak kuasa mendengar dan menyaksikan isak tangismu–yang tak peduli tatap mata dan wajah heran pengunjung Coffee Bean yang sore itu lumayan banyak. Kau tangisi kepergian adikmu itu di sebuah “ruang umum”, sementara kami hanya bisa menenangkanmu dengan dada yang menyesak. Airmata dan isak tangismu, seketika mengubah suasana pertemuan kita…

    Aku tak sempat mengenal adikmu itu, memang. Tapi, sepanjang malam itu, kubayangkan ia rebah di peti matinya dengan wajah tenang, bahkan terkadang seperti tersenyum. Kau masih ingat ketika kukatakan: “Des, aku, tulang-mu ini, termasuk manusia yang tak mudah memahami penderitaan dan kematian-kematian yang tragis…”

    Sepanjang malam hingga menjelang pagi, apalagi sejak berpisah dengan lae Manurung di sebuah simpang Jatinegara, adikmu itu kupikirkan lagi. Aku seperti menyaksikan mobil jenazah yg mengusung jasadnya yg sudah kaku itu, menembus kegelapan malam dan embun dingin sepanjang jalan Siantar-Balige. Dan, suara sirene yg meraung-raung itu, menyayat kalbu; pertanda ada kematian bagi seseorang, dan dukacita yg amat dalam bagi sejumlah orang. Kubayangkan ambulans itu saat mendekati rumah bapatuamu… Lalu, riuh tangis bapatuamu, adik-adikmu, ayah-ibumu, keluarga dekatmu, para kerabat, tetangga, juga orang-orang yang bersimpati itu…, akh, sebaiknya tak usah kubayangkan, Des! Ngilu di ulu hatiku. Nyatanya, hingga tubuhku rebah sesudah mematikan lampu baca (sebab ternyata tak bisa kubaca sebuah majalah yang sudah kusiapkan utk pengantar tidur), riuh tangis yang mengiris-iris sukma itu kian jelas di tangkap telingaku.

    Kematian tragis pemuda enambelas tahun yang cerdas, santun, ramah, dan amat baik pada siapa saja itu (seperti pengakuanmu), benar-benar melemahkan keteguhanku. Jujur kuakui, aku memang bukan seseorang yang bisa dengan mudah mengerti, memahami, atau melupakan sebuah penderitaan, apalagi sebuah kematian yang tragis…

    Kini, bila kau masih meneteskan airmata kala membayangkannya, tak mengapa, usah kau cegah. Sebab, hanya kematian orang-orang yang baik hati dan berbudi-pekertilah yang layak diratapi berlama-lama; sebagai tanda cinta dan ungkapan kehilangan yang tak terkira atas kepergiannya.

    Kuberharap sekali adikmu Deni Sanggam itu akan mendapat sebuah tempat di sorga milik Sang Pencipta.

    Maaf, tanggapanku ini terlalu panjang, karena aku pun ikut berdukacita dan merasa kehilangan atas kepergiannya.

    Partalitoruan
    Betul tulang, air mata itu ada lagi.Dan seperti kata tulang, aku tak mencegahnya. Sampai detik ini, aku masih belum percaya dia sudah tidak ada lagi di tengah-tengah kami.Mimpi kami, dengan Cory, kakak kandungnya, adalah menyekolahkan dia ke bangku perguruan tinggi, bagaimanapun caranya. Karena dia sangat pintar, tulang. Sangat banyak orang yang kehilangan dia tulang, pada saat ambulance mulai masuk ke Balige, di depan Tugu Sonak Malela sampai ke rumah kami banyak yang berjalan kaki, setengah berlari bahkan berlari untuk mengiringi ambulance yang membawa jenazah adek kami itu.Karangan bunga yang datang sangat banyak.Pelayat tak terhitung lagi jumlahnya, sampai-sampai ke sekitar rumah tetangga, banyak orang yang melayat adek kami itu.Ada ompung-ompung yang sudah sangat renta, datang hanya untuk menangisi dia, ompung in sangat terkesan dengan ito kami ini, yang selalu memegang tangannya, menuntunnya pada saat menyebrang jalan, menanyakan apakah ompung itu sudah sarapan atau belum, dan menawarkan uang jajannya yang tidak seberapa itu.Guru sekolahnya datang menyampaikan bahwa adek kami ini murid pintar, sayang hanya sebentar dia diberi kesempatan untuk bersekolah di SMAN 1 Balige.
    Di luar dugaan, bapatua yang kami jaga-jaga perasaan nya, melarang kami untuk terus bersedih, jangan terus menerus lagi menangisi adek kami itu.Dia sangat tegar.Seorang ayah yang tegar, yang kehilangan anak kesayangannya. Dan diluar kami semua tulang, ada banyak orang yang mengasihi dia, termasuk tulang dan kawan-kawan yang lain.Dan satu lagi, ada seorang perempuan yang diam-diam mencintai dia tulang, sampai pingsan berulang kali, karena tak kuat menahan sedihnya.
    Ah, kami tak ingin mengenang bagaimana dia pergi, kami hanya akan mengenang selama dia bersama kami.Dan kami adalah kakak dan abang yang beruntung pernah memiliki adik seperti dia.
    Mauliate tulang,

  11. nirwan panggabean Says:

    Saya mengucapkan “Turut Berduka cita “semoga Tuhan menguatkan hati dan iman Ito sekeluarga menghadapi cobaan ini.

    Partalitoruan
    Mauliate tulang.

  12. adek….

    cinta Tuhan pada ito itu melebih cinta kita cinta mu cinta semua orang untuknya

    Tuhan menunjukkan dengan sejelasnya … bahwa Cinta-Nya melebihi cinta hambanya, dan Tuhan pun memberi kebahagian bagi kita yg di tinggalkannya dengan ramenya orang yg mengantarkannya kembali ke pelukan Tuhan…

    Bahagia lah dek… hapus air mata mu…

    Ito kita itu sudah bahagia dan damai bersama Tuhan di surga… jgn tangisi lagi… krn air matamu hanya akan menjadi duka bagi ito itu di surga

    kakak sudah pernah kehilangan mama … kehilangan papa… lalu opung boru dan kemaren opung doli….
    aku lepas mereka dgn senyuman… krn aku tau mereka sudah bahagia bersama Tuhan di surga.

    ayo dek… hapus air mata mu …
    boru batak yg keren seperti mu tak harus lama2 dgn air mata

    senyum dek…. ito sanggam pun akan tersenyum untuk mu dr surga….

    Partalitoruan
    Ka’e, aku kembali menangis, mengingat ito itu kalau senyum.Tak bisa kukatakan kesedihan kami ka.Sungguh tak terkira.
    Suatu saat, aku harap aku bisa setegar kk yah🙂

  13. ka, , ,
    aku teman sanggam dari kecil..
    aku juga terpukul banget dengar temanku dari TK sudah tak ada lagi, , ,
    kaka waktu itu ada ga di pemakamannya ga?
    kalo aku sich iya…
    aku sempat melihat jenasahnya, , ,
    mengerkan banget ka

    Partalitoruan
    Kau nya tahe si Catie adek si Dindin?Masi kau ingat adek kami yang waktu TK Katolik itu, yang putih, gigi depannya banyak yang ompong, putih, lucu, ganteng.Dengan sapu tangan terkancing di seragamnya.
    Ga disitu aku waktu itu daba de. Makanya aku makin sedih, selamanya tak akan kulihat lagi adek hasian kami itu daba de.Makasi ya de, turut kau mengenang adek kami yang baik itu.

  14. angel , ammi , catie , lily , bonur. Says:

    ka’ nie kami , adek” nya bG_sanggam.
    merasa terpukul dan sedih banget , atas kepergian abang itu. Kejadian waktu itu , di saksikan lansung oleh tman kami.
    jd , kita smua sabar aja , kami ga punya abang lg untuk curhat”an, ketawa” bareng , jalan” sama.
    nongkrong di rumah bonur sambil nge gosip.
    abang itu sering kali nyuruh” kami mandi kLo kami blom mandi.
    cuma dia yg bisa di ajak kompromi bareng.
    mungkin hanya kata SELAMAT JALAN aja lah yg bs kita ucapkan sama abang itu.

    owh, iyaa. . benar nie aku ketty adek nya ka dindin.

    Partalitoruan
    Bah,banyak kali kalian yang sayang saam adek kami itu ya🙂 (senangnya)
    Ada yang mau bercerita sama kami, soal siapa perempuan yang suka sama adek kami ini?
    Jangan sungkan-sungkan kirim email sama kk ya de:
    hutabarat.desy@gmail.com atau zevanqa@yahoo.com disitu kita juga bisa bercakap-cakap ya de😉
    Makasi yah atas doa dan cinta kalian untuk adek kami itu ya…🙂

  15. liat dek…. banyak nya cinta kan perhatian untuk ito sanggam….

    tersenyumlah dek….

    jgn bebani ito sanggam dgn air mata mu….
    🙂

    Partalitoruan
    Ido ka, mauliate da ka.

  16. Nunga sonang be ibana Ito.
    Saut do lomo ni roha ni Debata i.

    Tumibu ma tarapul hamu ate, diramoti Debata.

    Partalitoruan
    Ima dah tutu , tulang.Mauliate da tulang

  17. tap ka. . .
    kaka punya friendster ga?
    kan lebih enak ka…

  18. turut berduka cita ya kk jangan sedih tuhan punya rencana indah buat nya disana
    salam kenal ya kk

    Partalitoruan
    Makasi yah.Kog kk? Siapa disitu?

  19. Horas.. Salam kenal tu adikku Desy. Hupasahat turut berduka cita disiala naung jumolo dialap Tuhanta adek nahinaholongan i. Mudah-mudahan eda hatop tarapul lumobi ma keluarga na adong di bona ni pasogit. Jolma do marsangkap alai Tuhanta do napasauthon ( Lan ditahi jolma alai hataNa do na saut )

    Disi hujaha tulisanmon eda….. manetek do ilukku di jolo ni monitor on. Pintor taringot ma ahu tu kejadian ima parmonding ni dainang na di bulan November 2007 i. Nunga mancai leleng nian dainang on marsahit Diabetes ( 11 taon ) Sabulan sebelum monding, kambuh/parah ma sahit na, disi huboto hami angka ianakkonna barita i pintor huhubungi hami ma via telepon, alai aha ma, dang boi be dialusi dainang on.Dung attar saminggu nai lumumbang ma sahitnai, jala boi ma donganan mangkatai. Hudokma tu dainang on: “ Oma … mulak do hami rap dohot sude angka pahompum di bulan Desember 2007 on, alana naeng mangoli anggi nami siampudan i di Dolok Sanggul, nikku. Oh tutu ma i … nga denggan i inang… mulak ma dainang” ninna tu ahu. “ Ai sanga dope haroha paimaonmu hami oma… ?“ nikku ma. “ Ai boasa dohononmu songoni inang….?” “Ai nunga sehat be ahu, pos ma roham” ninna. Hape dang gok saminggu nari marujung ma ngolu ni dainang on. Holan barita naung monding nama sahat tu ahu.Hape tingki di masa kritis nai ninna, didok angka keluarga do tu dainang on atek boha adong tonana tu boru siampudanna on. Alai didok dainang on do asa unang pola dipaboa be tu ahu manang na songon dia keadaan ni parsahitonna tingki i. Ra diingot dainang on ma ra hatana na tu ahu i, naingkon paima on na do harorokku. Dang adong nanggo hata sangkababa tona ni dainang on tu ahu. Dung sahat ahu tu Siantar pintor mangangguk bobar ma tutu ahu, hupapuas sude angka lungun ni rohakku. Nian anggo sian umur nunga matua nian dainang on, 8 hami pinomparna nunga marhasohotan sude jala nunga marnini/marnono

    Di tingki mulak muse na bulan Desember 2007 i, holan tinambor ni damang dohot dainang i nama na boi bereng on. Jadi, dung monding dainang on dang adong be na lao sidapothonon di huta. Molo mulak iba muse, dang adong be dongan marnonang rap mengkel-engkel andorang so modom, dang adong be mangaloppa sipanganon soloman ni roha, sedih…… sedih…….sedih! Botima jo ate adek, molo hupanganjang anon… gabe sukkun2 angka dongan di kantor on, alana nunga bolak balik ahu mambuat tissue naeng mangapus ilu on… May God Bless Us…

    Partalitoruan
    Salam kenal ma tong ka, sarupa goarta ateh🙂
    Ka, arsak ni roha, ala ditinggal jolma nahinaholongan, dang tarhatahon be tudia tudosan ni i. Nang pe naung matua, nang pe naung saur matua, nang pe naung mauli bulung, tong do ka.
    Suang songoni nang au ka, mulak au muse, holan tano nama berengon na marsurat goarni ito i😦
    Alai ka, las roha, ala diboto hami godang na manghaholongi hami dohot anggi nami, saotik tarapul ma roha nami.
    Mauliate ka,
    Horas

  20. Dohot do ahu marsak ito Desy. Sai Tuhanta pardenggan basa I ma na tongtong na mangapuli ito.
    Marsak, sude do jolma marsak diparungkilon dohot di habot ni roha. Alai unang talu ala ni marsak.Tuhan selalu menghibur orang yang berduka.
    GBU.

    Partalitoruan
    Mauliate godang tulang🙂

  21. saya yaman kk emang belum kenal tapi salut deh sama kk yg begitu mengasihi ade nya
    kk juga yg membuat aku kepingin berbagi karena kk juga aku semakin mawasdiri berbagi dan mengasihi itu indah ya kk makasih ya
    oh ya kk gimana bikin blog disini seeh bagi ilmu nya dong heheheh semangat ya a
    maaf kk aku bukan orang batak gpp kan ehehhe

    Partalitoruan
    hei Yaman, gpp kau bukan Batak, kau saudara ku juga🙂
    Selamat datang disini, silahkan berkunjung sesuka mu.Sambutan hangat selalu ada untukmu. Bukankah memang semua kk akan berlaku hal yang sama seperti yang aku lakukan terhadap adeknya?
    Bagus lah, klo kau bisa mengalami peningkatan dalam hidupmu melalui blog ini. Ambil yang baik-baiknya yah😉

  22. fiksirealita Says:

    hiks..hiks…hiks…maaf ito dah lama gak mampir dan ngobrol2 kita di pm an ada berita kek ginian, Turut berduka cita aku ya ito walo dah telat, Aku paling trauma rasanya kalo tahu yang seperti ini, Apalagi aku juga seorang anak yatim piatu, bahkan sering aku harus saja kehilangan orang orang baik. Tapi yakinlah ito, patah satu tumbuh seribu orang orang baik jika kita juga tetap berbuat baik, dan aku yakin ito baik dan masih memiliki banyak orang2 baik yang sangat mengasihi ito. GBU, Horas…

  23. eva hutagaol Says:

    Selamat jalan menuju rumah Bapa di sorga buat Deni Sanggam Hutabarat ….
    DIA yang memberi dan DIA pulalah yang mengambilnya…. Terpujilah nama TUHAN senantiasa

    dung sonang rohakku
    dibahen Jesus i
    porsuk pe hutaon dison
    na pos do rohakku
    di Tuhan ta i di pasonang tongtong
    rohakkon
    sonang do …sonang do…
    di pasonang tongtong rohakkon

    Des…. yang kuat dan tegar ya… Jadilah tiang dalam keluarga untuk menopang yang lain! Good is good all the time ! !

  24. DENI SANGGAM HUTABARAT

    1. Masih muda Tuhanpanggil kau, tujuannya ada.
    2. Kami ditingal ksan dunia oleh kakakmu Desy, banyak menangis.
    3. Saya dilahirkan Medio 1935
    3.1.Tatkala 4 th ingin tau vegetatip animalia human dan Tuhan darimana
    3.2.Tidak dijawab orangdewasa
    3.3. Janji akan sekolah + studilanjut, terahir sampai Interkontinental
    3.3.1.Ingin Umur 120 Th lebih Charles Darwin saat berdoa Umur 83 Th
    3.4.Sudah jawab sendiri, kini turut Pencerah
    4. Tapi Des 2008 – 11 Ag 2009 saya Ujian Besar masuk Bengkel Kesehatan
    4.1.Pusat Keseadaran saya utuh terus bisa pikir normal terus.
    4.2.Tapi Perut sampai kedua Kaki Otot dan Kynaestetik masih dihidupkan
    5. Ada tugas saya ya, belum cukup waktu diberi !
    6. Amangtua Kalian HPbj 16, dari Desy, dan Deni di Rumah Bapa !

  25. DENI SANGGAM HUTABARAT

    1. Masih muda Tuhan panggil kau, tujuannya ada.
    2. Kami ditingal ksan dunia oleh kakakmu Desy, banyak menangis.
    3. Saya dilahirkan Medio 1935
    3.1.Tatkala 4 th ingin tau vegetatip animalia human dan Tuhan darimana
    3.2.Tidak dijawab orangdewasa
    3.3. Janji akan sekolah + studilanjut, terahir sampai Interkontinental
    3.3.1.Ingin Umur 120 Th lebih Charles Darwin saat berdoa Umur 83 Th
    3.4.Sudah jawab sendiri, kini turut Pencerah
    4. Tapi Des 2008 – 11 Ag 2009 saya Ujian Besar masuk Bengkel Kesehatan
    4.1.Pusat Kesadaran saya utuh bisa pikir normal terus.
    4.2.Tapi Perut sampai kedua Kaki Otot dan Kynaestetik masih dihidupkan
    5. Ada tugas saya ya, belum cukup waktu diberi !
    6. Amangtua Kalian HPbj 16, dari Desy, dan Deni di Rumah Bapa !

  26. Angelita Theresendha Tambunan Says:

    aku jdi sedih nie ingad dya lagi😥

    Luph yuu broth !!

  27. sabar ya buat smua kluarga yg d tinggalkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: